Bersama Garuda Menjelajahi Negeri Sakura

April 13, 2014 at 5:34 pm Tinggalkan komentar

“Angkat tanganmu untuk Indonesia..”

Chorus dari lagu rap yang di nyanyikan Pandji mengalun di benak gue ketika berjalan menuju ke tempat duduk gue di Garuda Indonesia untuk menuju ke Jepang. Pandji sebuah nama yang saat ini lebih terkenal sebagai seorang comic, pertama gue tahu sosok dia adalah ketika gue nonton acara legendaris Kena Deh, kemudian gue baru tau kalo Pandji juga seorang rapper dan gue juga unduh dan baca ebooknya “How I Sold 1000 CDs in 30 Days”, Ebook yang mempengaruhi gue karena menginspirasi gue untuk berpikir lebih kreatif untuk segala sesuatu yang gue lakukan.

Setelah era booming social media gue dengar ada sebuah genre lawak baru di Indonesia, dan Pandji adalah salah satu pelopornya dan dia juga menggawangi acara Stand Up Comedy Indonesia sebagai mc-nya, gue sampai bela-belain streaming untuk nonton season 1 acara ini, dan gue masih rutin nonton SUCI sampai season 4 dan juga Stand Up Comedy-nya Pandji yang sekarang lancar gue nikmati melalui tv lokal di kota gue.

Perjalanan ke Jepang ini merupakan pengalaman pertama gue ke luar negeri. Berbeda dengan Pandji yang ingin berlibur ke Islandia untuk melihat museum phallological, Jepang merupakan salah satu destinasi impian gue terutama karena gue penggemar manga, komik Jepang. Liburan ini juga pertama gue naik Garuda Indonesia, maskapai kebanggan nusantara. Terbiasa menggunakan maskapai merah dari negri sebelah membuat gw sedikit bengong menghadapi fasilitas wah yang di punyai Garuda Indonesia. Kursi kelas ekonomi dari maskapai yang mendapat gelar sebagai The World’s Best Economy Class Airline in 2013 dari Skytrax memang nyaman dengan leg room yang lega membuat gue tidur dengan nyaman tanpa sakit punggung selama 7 jam perjalanan.

Kursi yang penuh terisi

Kursi yang penuh terisi

Rute Perjalanan

Rute Perjalanan

DSCN0304

Leg room yang lega

“Orang Indonesia gak perlu gede-gede gelasnya tapi refill..isi lagi-isi lagi” – Pandji

makanan

Sarapan pagi

Mendapat jatah makan dan minum membuat gw sedikit kalap dalam minta refill gelas gue dengan juice dan air mineral, sebenarnya mau refill makan juga tapi gue maluu dengan mbak pramugari yang ramah melayani refill gue. Duduk di aisle sebelah kiri karena yang window seat sudah di kangkangi temen gue, tetep dapat membuat gue melihat Gunung Fuji berdiri tegak menyambut kedatangan gue. Tidur yang nyenyak dan pendaratan yang mulus di Narita serta imigrasi yang juga lancar membuat gue bersemangat untuk menjelajahi Jepang untuk 7 hari ke depan.

Garuda Indonesia di Narita

Garuda Indonesia di Narita

Hal pertama yang gue inspeksi begitu nyampe hotel adalah toiletnya, gw sering denger tentang toilet Jepang yang berbeda, yang ada banyak tombol, gw juga denger tentang kecanggihan toilet Jepang dari bit Gilang Bhaskara, runner up SUCI 2. Dan ternyata emang beda sensasinya duduk nongkrong dengan di temani musik dan tombol remote di toilet yang gw coba pencetin semua siapa tahu ada tombol rahasia yang mampu mengeluarkan miyabi.

Kelar inspeksi hotel gue menuju Akihabara mau nyariin Nabilah, menuju kuil Asakusa, dan pulau buatan Odaiba. Di sini gue melihat kebersihan, kerapian kesibukan mereka dan tentu saja cewe-cewe Jepang yang wara-wiri pakai rok mini.

Suasana di Akihabara

Kuil Asakusa, di mana tradisional dan modern dapat bersinergi dengan baik

Pulau buatan Odaiba

“Sok2 ngomong bahasa Inggris, gak ngomong sama orang Inggris tapi ngomong pake bahasa Inggris..kenapa? Karena gaya.” – Pandji

Gue sebenarnya sempet kuliah D3 sastra Jepang, tapi cuma sampai 1 semester. Jadi bahasa Jepang gue sebatas Aishiteru sama sumimasen dan gue pede aja sok-sok bertanya pakai bahasa Inggris ke orang Jepang dan mereka ternyata jarang yang mampu berbahasa Inggris…gue tanya pake bahasa Inggris mereka hanya bengong…Kena deh! Akhirnya pakai bahasa Tarzan plus senyum manis menawan yang jadi andalan. Dan Alhamdulillah gue selamat tidak tersesat! Jadi kalau kamu tidak jago bahasa Inggris tidak usah khawatir untuk jalan sendiri di Jepang, orang Jepang sangat senang membantu orang asing meskipun mereka tidak mengerti bahasa yang kamu ucapkan.

Hari kedua gue naik overnight bus menuju kota Toyama untuk melihat koridor Salju, koridor ini hanya ada di Jepang.

Tateyama Kurobe Alpine Route Snow Wall Japan May 2013 Part 01

Tateyama Kurobe Alpine Route Snow Wall Japan May 2013 Part 02

Hari ketiga, adalah hari di mana gue menguji adrenalin gue dengan menaiki Roller coaster di taman hiburan Fuji-Q dan di lanjutkan ke Danau Kawaguchiko untuk melihat gunung Fujiyama dari dekat.

Wahana bermain Fuji-Q

Danau Kawaguchiko

“Jangan Tanya Apa Yang Negara Bisa Kasih Buat Lo, Tanya Apa Yang Bisa Lo Kasih Buat Negara.” – Pandji

Pada waktu naik bus utuk kembali menuju Tokyo gue berkenalan dengan orang Jepang yang ternyata seorang professor matematika, dia duduk di seberang kursi gue dan dia lumayan lancar berbahasa Inggris hanya saja dia tidak mengenal Indonesia. Langsung saja gue keluarin tab gue dan gue tunjukkin poto-poto liburan gue ke Pulau Komodo dan Derawan, serta gue certain tempat asal gue, Yogyakarta. Pada saat gue presentasi liburan gue, orang-orang yang duduk di belakang gue juga ikutan melihat presentasi gue, bangga menjadi Indonesia! Gue tutup presentasi gue dengan memberi professor tersebut souvenir duit koin lima ratus perak.

Hari keempat gue kembali berkeliling Tokyo kembali untuk melihat patung anjing Hachiko, menyebrangi perempatan tersibuk di dunia di Shibuya, Tokyo tower dan Harajuku.

Hachiko, si Anjing setia dan menyebrangi perempatan Shibuya

Tokyo Tower, icon Jepang

Hari kelima, gw kembali naik bus malam menuju Kyoto, sebuah kota yang sering disebut sebagai Jogja-nya Jepang. Sebuah kota yang lebih tradisional dengan banyaknya kuil dan bahkan kamu masih dapat melihat wanita Jepang dengan pakaian tradisional mereka wara wiri di jalan.

Fushimi Inari Shrine

Kinkakuji, kuil yang berlapis emas

Kiyomizudera

Hari keenam gue mulai dari Osaka dengan melihat Osaka castle dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta cepat Jepang Shinkansen menuju ke Fujieda, sebuah kota kecil di Jepang. Di kota kecil ini gue melihat bagaimana disiplinnya warga Jepang dalam berlalu lintas, meskipun jalanan sepi mereka tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Suasana di dalam kereta peluru, Shinkansen Nozomi dan Kodama

Hari ketujuh, saatnya kembali ke Indonesia setelah semalaman melakukan road trip naik mobil dari Fujieda menuju ke bandara Narita. Proses check in Garuda Indonesia juga berlangsung cepat dan efisien. Karena penerbangan pagi gue menghabiskan waktu dengan nonton film dan mendengarkan musik yang ada di layar lcd persis di depan kursi gue.

Ketika hampir mendekati waktu mendarat gue melihat dua orang lelaki tegap berpakaian ketat yang gue kira aparat sedang razia orang-orang yang suka refill minuman kayak gue, gak taunya mereka merupakan petugas Immigration on Board, fasilitas baru dari Garuda Indonesia yang gue pikir sangat membantu gue sehingga gue dapat menghindari antrian panjang pada saat mau keluar dari Bandara. Overall gue puas dengan pengalaman liburan gue ke Jepang dan juga pengalaman berkesan dengan Garuda Indonesia.

“Tumbuhkanlah kembali cinta di hatimu, yang kan kau persembahkan untuk negerimu.Biarkanlah cintamu kan harumkan bangsa. Kembali bersinarlah zamrud khatulistiwa.” – Untuk Indonesia, Pandji

Gue juga buat sebuah video whiteboard animation dalam format HD 720p, hubungan antara Pandji dengan Garuda Indonesia, silakan di nikmati🙂

PS: Kalo kamu tertarik untuk membeli karya dari Pandji, kamu sekarang dapat langsung order di online shop miliknya di http://wsydnshop.com/

Untuk Trip Report yang lebih lengkap dapat di baca di tret gue di kaskus (sudah mencapai 7800-an views)

http://www.kaskus.co.id/thread/5199508ddb9248eb57000000/fr—japan-trip-9-15-mei-2013-snow-in-spring-banyak-gambar-bwk

Entry filed under: traveling. Tags: , .

Nominasi Funbassador Filipina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2014
S S R K J S M
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

Add to Technorati Favorites