Bersampan Menuju Derawan

November 22, 2013 at 7:52 am Tinggalkan komentar

“Cok, berapa lama lagi kita sampai Derawan?” Tanya om Ali untuk kesekian kalinya, yang berbeda kali ini dia bertanya dengan mimik yang gusar.

“1 jam lagi” jawab Coki, wakil dari Trip Organizer, dengan datar, masih juga menjawab dengan jawaban yang sama

“ Dari tadi kau jawab 1 jam, jawab lagi 1 jam kutampar kau” ancam om Ali.

Coki langsung diam di buritan.

Sudah dua setengah jam kami berada di atas kapal cepat, menempuh perjalanan dari Tarakan menuju Derawan. Setelah hampir tidak tidur karena mengejar pesawat pagi, hari Jumat yang berterpatan dengan idul Qurban, saya dan 14 teman dari Backpacker Indonesia kini sedang duduk berdesakan dilanda kegalauan terombang-ambing ganasnya gelombang lautan.

Kami berencana liburan ke Derawan, Maratua dan Kakaban. Gugusan pulau yang menjadi salah satu surga bagi para penyelam. Bahkan Pangeran William, putra mahkota kerajaan Inggris, pernah berada di pulau Maratua selama dua minggu. Untuk mencapai Derawan dapat menggunakan 2 pilihan jalan. Yang pertama adalah dari Jakarta transit di Balikpapan baru menuju ke Berau, kemudian di sambung dengan jalan darat dan naik fastboat selama kurang lebih 1 jam. Alternatif kedua, yaitu dari Jakarta langsung menuju ke kota Tarakan. Pemberangkatan dari Tarakan biasanya di gunakan oleh turis yang datang dengan rombongan juga sering di pakai untuk memberangkatkan buruh migran Indonesia melalui Nunukan.

Wajah masih ceria saat pemberangkatan

Wajah masih ceria saat pemberangkatan (Photo by Arum BPI)

Hempasan gelombang membuat pantat dan punggung saya pegal, kaos dan celana yang saya pakai juga sudah basah terkena air laut, teman-teman yang lain pun juga mengalami hal yang sama, bahkan ada yang melambaikan tangan karena tidak tahan, Jackpot! Hanya satu orang yang tertidur lelap berkat obat anti mabuk yang di minumnya. Dan Derawan tampaknya masih jauh di hadapan.

Walaupun para penumpang sudah kepayahan, sang nahkoda kapal masih tetap tenang. Bahkan mengemudikan kapal dengan gaya cowboy. Tiba-tiba dia berdiri untuk melihat arah arus, kemudi kapal? Dia kendalikan dengan kaki! Gokil! Hanya berdua dengan asistennya yang duduk di belakang kapal, Nahkoda tersebut membawa kami mengarungi lautan.

Sebagai Negara kepulauan Indonesia kaya akan pantai biru yang berpasir putih serta kekayaan lautnya. Tapi bagaimana dengan nasib nelayan kita? Foto “Sampan” karya Arfah, satu-satunya foto yang mewakili kehidupan bahari, di galeri finalis 24 foto terbaik Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia seperti memberi jawaban, kesepian dan sendirian. Nelayan kita masih belum mampu memanfaatkan dan mengolah kekayaan laut Nusantara yang berlimpah. Nelayan sebagai profesi? Maaf saat ini masih bukan sebuah pilihan. Mungkin ketika rumput yang bergoyang sudah mampu memberikan jawaban, barulah nelayan kita kehidupannya dapat berubah haluan.

Sampan tradisional

Sampan tradisional (Photo by om Ali BPI)

Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama saya naik kapal, mulai dari kapal Ferry, kapal nelayan, kapal cepat bahkan kapal Cruise sudah pernah saya jajal. Bahkan tiga minggu sebelum menuju Derawan, saya baru saja mengikuti sailing trip dan 4 hari 3 malam berada di atas kapal. Pengalaman sailing tersebut di tambah dengan kali ini melihat aksi cowboy sang nakhoda fastboat, membuat saya kagum dengan mereka yang biasa hidup di lautan. Mereka kuat dan tangguh, jiwa yang di warisi dari nenek moyang kita, seorang pelaut, menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa.

Sampan modern

Sampan modern (Photo by Om Ali BPI)

Akhirnya setelah 4 jam di hajar gelombang tanpa henti, nornalnya jalur laut Tarakan menuju Derawan dapat di tempuh dalam waktu 2 sampai 3 jam, Alhamdulillah kami dapat dengan selamat mendarat di Derawan. Pengalaman menaiki sampan cepat alias fasboat kali ini semoga juga dapat membuat kami lebih kuat ketika di hadapkan gelombang kehidupan.

Kolaborasi yang menawan antara sampan dan matahari terbenam di Derawan.

Kolaborasi menawan antara sampan dan matahari terbenam di Derawan (Photo by masdab Jarot BPI)

Hari sudah gelap ketika kami mendarat, dan malam hari rencananya akan saya gunakan untuk beristirahat, agar esok stamina kembali kuat untuk menjelajahi keindahan kepulauan Derawan, Maratua dan Kakaban, masih 4 hari lagi kami akan berada di sini.

Video animasi, whiteboard animation, karya saya yang menceritakan perjalanan saya selama di Pulau Derawan dapat di tonton di bawah ini:

Iklan

Entry filed under: traveling. Tags: , .

Sawah Pak Tani Nominasi Funbassador Filipina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

November 2013
S S R K J S M
« Okt   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kategori

Add to Technorati Favorites