Borobudur Mahakarya Arsitektur Para Leluhur

Oktober 1, 2013 at 6:40 am Tinggalkan komentar

Melihat foto The Stupas of Borobudur hasil karya Prihanda Muhardika sebagai salah satu pemenang Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia, membawa ingatan saya kembali ke percakapan telpon yang saya lakukan beberapa hari yang lalu.

“Borobudur itu merupakan mahakarya arsitektur para leluhur bangsa Indonesia” Demikian ucap Pak Harry membuka percakapan kami sore itu.

Pak Harry teman dari Semarang yang saya kenal melalui sebuah grup di jejaring sosial media, seorang yang mempunyai hobi jalan-jalan menikmati keindahan dunia dan memiliki ketertarikan akan sejarah candi-candi. Borobudur sebuah candi agama Budha yang terletak di kabupaten Magelang Jawa Tengah, akan menjadi topik obrolan kami kali ini.

The Stupas of Borobudur hasil karya Prihanda Muhardika

The Stupas of Borobudur (foto oleh: Prihanda Muhardika)

“Borobudur di bangun dengan material yang solid berasal dari batu gunung yang keras, dan masih mampu bertahan hingga saat ini. Sedangkan candi-candi di negara tetangga kita kebanyakan hanya menggunakan batu bata atau batuan padas yang lebih lunak sebagai bahan penyusunnya. Leluhur kita juga mampu membuat ukiran relief indah di atas kerasnya batu gunung tersebut sehingga kita masih dapat menikmati warisan ukiran tersebut.” Beliau melanjutkan.

Bukti kejeniusan para leluhur dapat di temukan pada konstruksi candi Borobudur. Pada masa itu para arsitek dan ahli teknik sipil Nusantara telah dapat menerapkan sebuah konstruksi kontra ekor burung. Konstruksi ini juga sering di sebut sebagai kontruksi trapesium bolak-balik yang sambungannya berbentuk seperti dasi kupu-kupu dan mempunyai model knock / pen. Lazimnya konstruksi jenis ini dapat di temukan pada konstruksi modern di rumah kayu. Konstruksi ekor burung ini dapat kita lihat di tengah bangunan candi, dengan konstruksi ini membuat bangunan Borobudur menjadi sangat kokoh.

“Saya sendiri baru menemukan pemakaian konstruksi jenis ini untuk pembangunan candi, di Borobudur.” Pak Harry dengan bersemangat menambahkan.

Sistem pembuangan air (drainase) di Borobudur juga telah maju melebihi jamannya dengan menggunakan sistem air pantulan bukan air cucuran sehingga air tidak merusak bangunan dan pondasi candi. Air buangan akan terlebih dahulu di terima suatu landasan yang berbentuk seperti mangkok sehingga air cucuran tidak menggerus pondasi bangunan dan batuan candi akan tetap bertahan tidak lapuk di makan zaman.

Para leluhur kita juga sudah menggunakan alat yang di zaman modern ini kita kenal sebagai waterpass, sehingga blok atau kotak batu penyusun candi dapat terpasang dengan detail, presisi dan lebih rapi. Hal ini dapat kita buktikan dari hanya celah kecil yang tersisa diantara blok-blok batu yang terpasang.

Kemudian pada masa Borobudur di bangun tentu belum di temukan teknologi canggih untuk mengangkut batu-batu besar yang sedemikian banyak untuk menyusun candi tapi para leluhur kita mampu mengatasi hambatan tersebut. Selain itu Borobudur juga menunjukkan keunggulan nenek moyang bangsa kita kita dalam bidang manajemen dan ilmu komunikasi.  Para leluhur bangsa kita mampu memobilisasi sedemikian banyak orang untuk bekerja bersama-sama demi mewujudkan mimpi membangun sebuah candi.

Percakapan sore hari itu berhasil menambah wawasan dan pengetahuan saya. Borobudur yang selama ini hanya saya kenal sebagai sebuah situs sejarah dan candi agama Budha terbesar di dunia, ternyata masih mempunyai banyak rahasia. Rahasia dari sebuah mahakarya arsitektur para leluhur. Semoga warisan ini dapat terus kita jaga, lestarikan dan kita promosikan sehingga akan lebih banyak lagi warga dunia yang mengenal Borobudur.

sumber:

Foto: The Stupas of Borobudur fotografer oleh: Prihanda Muhardika (24 foto terbaik Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia djisamsoedotcom)

Iklan

Entry filed under: traveling. Tags: , .

Hand in Hand Dalam Perjalanan Membedah Situs Indonesia Travel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Oktober 2013
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategori

Add to Technorati Favorites