Seluk-beluk jualan sepeda motor sitaan

Juni 20, 2008 at 12:36 am 7 komentar

USAHA
Tabloid KONTAN No. 14, Tahun X, 9 Januari 2006

Menggeber Laba dari Motor Sitaan
Seluk-beluk jualan sepeda motor sitaan

Dengan membeli sepeda motor sitaan dari perusahaan pembiayaan, Anda bisa membuka dealer di seputar Jakarta atau di daerah. Dari selisih harga beli dan jual yang lumayan, Anda bisa menggaet fulus nan gempal. Balik modalnya pun hanya dalam tempo setahun.

“Biarin, deh, kalau mau diambil, ambil saja,” ujar Safe’i. Pegawai tata usaha di sebuah perusahaan swasta itu hanya pasrah ketika pihak perusahaan pembiayaan menenteng sepeda motornya yang baru dicicil tiga bulan. “Mau bayar pakai apa? Pakai kolor? Duitnya sudah habis buat makan sehari-hari,” cetusnya

Di tengah impitan kesulitan hidup seperti sekarang, memang banyak debitur perusahaan pembiayaan yang macet. Bagi para pengutang berkantong cekak, tentu lebih bijak mengalokasikan duit mereka untuk kebutuhan sehari-hari ketimbang kredit sepeda motor.

Dengan begitu, banyak sepeda motor yang terpaksa harus “pulang kampung” ke lembaga pembiayaan masing-masing. Nah, kalau begini, giliran perusahaan pembiayaan yang harus putar otak.

Untunglah perusahaan pembiayaan telah memiliki divisi barang sitaan sejak mereka berdiri. PT Adira Dinamika Multifinance, misalnya, memiliki Divisi Aset Manajemen yang khusus mengelola barang sitaan. Tak tanggung-tanggung, sekitar 3.000-an orang dikaryakan untuk menangani bagian ini. Adapun PT Federal International Finance (FIF) menamakan tim yang mengatasi kredit bermasalah sebagai Divisi Remedial.

Lembaga pembiayaan memang merasa perlu membikin divisi khusus barang sitaan. Pasalnya, secara rutin mereka melakukan penyitaan karena kredit macet. Petinggi sebuah perusahaan pembiayaan memberi ancang-ancang adanya kemacetan sampai 20% untuk sepeda motor dan 10% untuk mobil. “Kredit macet roda dua lebih banyak, karena yang mengajukan kredit kebanyakan ekonominya pas-pasan tapi ingin punya sepeda motor,” ujarnya.

Usai disita, biasanya kendaraan langsung disimpan di gudang. Lembaga pembiayaan tidak melakukan perbaikan pada kondisi kendaraan. Soalnya, untuk memperbaiki tentu mereka harus keluar kocek lagi. Jadi, apa pun kondisinya, dibiarkan begitu saja. Memang, kendaraan sitaan tadi tidak asal teronggok saja di gudang. Mereka tetap harus mencuci, memanasi, memeriksa aki, dan oli agar kendaraan bisa berjalan seperti biasa.

Agar tidak menanggung rugi lebih jauh, biasanya kendaraan sitaan segera dilego lagi. Masing-masing lembaga mempunyai cara penjualan berbeda. Ada yang menggelar pasar terbuka, seperti Batara Finance. Atau menyerahkan pada pedagang kendaraan bekas langganan mereka, persis yang dilakukan FIF. “Kami jual kepada umum yang mau membeli, dengan harga yang sudah ditetapkan FIF,” terang Indra Nurhari, Kepala Departemen Kredit Motor Bekas FIF.

Ada juga yang lebih menyukai pasar rada tertutup. Contohnya WOM Finance. “Kami jarang lelang, paling hanya jual ke dealer-dealer rekanan saja,” jelas Bellynawaty Budiman, Direktur Keuangan WOM Finance.

Teliti sebelum membeli

Sari, Manajer Penagihan Star Finance di bilangan Serpong, berani bilang bahwa membeli sepeda motor sitaan itu lebih menguntungkan lantaran harganya miring. Di tempatnya, harga sebuah sepeda motor rata-rata Rp 7 juta seunit. Tapi, ia wanti-wanti agar pembeli teliti sebelum membeli. “Namanya juga barang bekas, kita tidak menjamin 100% kondisi sepeda motor,” ungkapnya.

Sari memperkirakan, kenaikan harga dan menurunnya daya beli masyarakat mengakibatkan permintaan sepeda motor baru tidak bisa meningkat. Jadi, “Saya rasa masyarakat melirik sepeda motor bekas yang harganya dirasa lebih terjangkau,” tuturnya.

Kenaikan harga BBM kedua kalinya secara gila-gilaan Oktober 2005 lalu juga membuat banyak orang enggan menggunakan mobil yang boros BBM. Mereka pun beralih ke sepeda motor agar lebih irit BBM. Selain itu, juga untuk mengirit waktu, sebab kalau pakai sepeda motor bisa lebih mudah melepaskan diri dari gumpalan kemacetan yang menyumbat ruas-ruas jalan kota besar.

Ucapan Sari itu terbukti. Banyak pedagang yang membuka gerai dengan barang dagangan berupa sepeda motor sitaan. Sebut saja Iwan, seorang pedagang di daerah Cikampek, Jawa Barat. Setelah mempermak sana sini, ia masih memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp 100.000 per motor. “Lumayan buat makan,” ucapnya.

Tak cuma pemain baru, pemain lawas pun hobi kulakan sepeda motor sitaan untuk dijual kembali. Salah satunya Suhardi, pemilik Panca Motor di bilangan Cileduk, Tangerang, yang sudah berniaga sejak 10 tahun lalu. “Akhir-akhir ini saya ikut lelang sepeda motor yang ditawarkan perusahaan pembiayaan,” terangnya.

Suhardi mengaku pernah ikut lelang Adira Finance. Sistem jualnya terdiri dari beberapa paket, lima unit, tujuh unit, sampai 20 unit. Itu pun tak hanya dari satu merek. Ada berbagai merek yang harganya Rp 6 juta sampai Rp 7 juta per biji. “Pemain pemula kudu hati-hati kalau beli barang lewat lelang semacam itu,” imbuhnya.

Setelah poles sana-sini, Suhardi lalu menjual kembali sepeda motor sitaan itu. Harganya bervariasi. Honda Supra X dan Kharisma keluaran tahun 2004 dijual seputar Rp 8 juta-Rp 9 juta. Sementara, harga Jupiter Z dan Shogun Rp 10 juta, Suzuki Smash Rp 8 juta, serta Kawasaki Blitz Rp 7 jutaan. “Harga bisa negosiasi, yang penting bagi saya duitnya enggak mandek,” katanya.

Selain di pinggiran Jakarta, pedagang sepeda motor bekas sitaan juga menjamur di daerah. Seorang dealer bercerita, harga sepeda motor di daerah, seperti Solo, Purwokerto, dan Pekalongan, lebih tinggi ketimbang di Jakarta. Maka di daerah pun berbondong-bondong orang membuka usaha penjualan sepeda motor.

Mereka ambil barang dari Jakarta, mengirim lalu ganti menjadi nomor daerah. “Sepeda motor Supra 2003, harga di Jakarta sudah di bawah Rp 8 juta. Di daerah masih bisa dihargai sekitar Rp 10 juta,” ungkap dealer itu.

Untuk surat-surat kendaraan bakal langsung diserahkan pada saat transaksi. Tapi, untuk mutasi dan balik lama, ia hanya memberikan informasi soal prosedur pengurusannya.

Incar pinggiran kota

Saban hari penjualan Suhardi sangat bervariasi. Sehari bisa laku lima unit, tapi kadang tidak laku sama sekali. “Ya, kalau dirata-rata mungkin sehari terjual satu unit,” terangnya.

Untuk memulai usaha ini, modalnya boleh dibilang tak terlalu besar. Anda bisa menggunakan rumah sendiri atau menyewa tempat yang tak begitu luas. Kalau usaha masih kecil, Anda bisa menangani sendiri. Tapi kalau pembelinya makin membeludak, Anda bisa mempekerjakan tiga orang pegawai.

Suhardi menyarankan bagi pemula yang ingin terjun jual beli sepeda motor sitaan harus mengenal betul-betul tetek bengek soal sepeda motor. “Kalau tak ada bekal ini, risiko tertipu besar sekali, dan akhirnya tumbang,” katanya memperingatkan.

Soal tempat, ia menyarankan jangan di tengah kota. Incarlah pasar pinggiran kota. “Jangan terlalu ke dalam juga,” bilangnya. Terakhir, sarannya: mulai dari modal kecil dulu tapi memperoleh barang bagus. Maklum, kalau Anda langsung bermodal besar, risikonya gede juga. Beranikah Anda trek-trekan mengejar laba?

Ahmad Febrian, Aris Akhmadi, Harris Hadinata, Agung Ardyatmo

Tabel simulasi perhitungan bisa di donlod di SINI

About these ads

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , , , .

Olahraga updates Turki kejutan di Euro 2008

7 Komentar Add your own

  • 1. antonius  |  Juli 4, 2008 pukul 5:45 am

    mau tau cara main lelang diadira dan persaratannya apa aja

    Balas
  • 2. rudi  |  Oktober 11, 2008 pukul 7:59 am

    klaw di jkrta barat dimana alamatnya

    Balas
  • 3. Sesadri  |  Maret 8, 2009 pukul 3:08 am

    harga sepeda federal n wimcycle di ciledug berapa sich akhir-akhir ini??????

    Balas
  • 4. adhi  |  April 13, 2009 pukul 8:29 am

    untuk mengurus perkreditan itu apa yang harus saya lakukan..???

    Balas
  • 5. Aries  |  September 21, 2011 pukul 12:06 am

    bgai mana caranya agar saya bisa bekerja sama dg pihak adira,terus terang saya sedang ingin merintis sebagai penjual motor,soalnya banyak kansumen yang ingin melakukan lising motor

    Balas
  • 6. Ahmad Aries  |  September 21, 2011 pukul 12:09 am

    bgai mana caranya agar saya bisa bekerja sama dg pihak adira,terus terang saya sedang ingin merintis sebagai penjual motor,soalnya banyak kansumen yang ingin melakukan lising moto

    Balas
  • 7. w1  |  Februari 16, 2012 pukul 6:25 pm

    kredit motor tinggal 6 jt lagi ditarik leasing..karena tidak bayar lagi dan konsekuensinya akan di lelang…terus uang saya yang sudah masuk sebanyak Rp. 19.036.000,- an di lupakan begitu saja kah? *kejam* saya bukannya tidak sanggup bayar cuman lagi ada masalah saja dan cuman butuh waktu saja agar penghasilan normal kembali

    mau ngadu kemana? bingung lah … pasrah padahal harga motor 15.600.000,- kondisi motor bagus bangeut krn saya rawat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Kategori

Add to Technorati Favorites

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.