Menjajaki waralaba kedai kopi Cup & Cino

Mei 31, 2008 at 12:24 am 8 komentar

USAHA
Tabloid KONTAN No.1, Tahun IX, 4 Oktober 2004

Kalau Pelit nanti Pailit
Menjajaki waralaba kedai kopi Cup & Cino

Bila ingin ikutan menikmati sedapnya bisnis kedai kopi yang kini ngetren di kota-kota besar, tawaran waralaba dari gerai kopi asal Jerman, Cup & Cino, bisa jadi alternatif. Modalnya besar, untungnya juga gede.

Menikmati segelas kopi panas sehabis kerja seharian, sembari ngobrol dengan kawan-kawan, duh, nikmatnya. Tak heran, belakangan ini para eksekutif di kota-kota besar macam Jakarta punya hobi baru: ngopi bareng di kafe atau di kedai-kedai kopi. Sembari menunggu lancarnya lalu lintas yang macet, sepulang kerja mereka mangkal dulu di berbagai gerai yang mengandalkan kopi sebagai sajian andalannya. Kedai kopi kelas mal itu kini juga menjadi tempat favorit untuk lobi-lobi politik dan bisnis.

Jadilah bisnis gerai kopi kelas atas – khususnya yang berasal dari luar negeri – terus bertumbuh subur. Sebut saja beberapa nama yang sudah tak asing lagi, seperti Starbuck, Dome, dan Coffee Bean. Gerai mereka terus saja bermunculan di pusat-pusat perbelanjaan maupun di kompleks perkantoran. Menambah deretan nama gerai kopi asing itu, beberapa bulan lalu muncul Cup & Cino di Plaza Semanggi. Dalam beberapa bulan ke depan, kedai kopi asal Jerman yang menerapkan sistem waralaba ini akan membuka gerai di Kemang-Jakarta, Bandung, dan Bali.

Tren ngopi di kedai kopi kelas mal tampaknya masih akan terus melanda masyarakat kita. Apalagi pemilu sudah terlaksana dengan aman dan mulus. Ini modal utama bagi terciptanya keamanan yang stabil, bergulirnya kembali roda ekonomi, dan naiknya daya beli masyarakat. “Prospek bisnis kedai kopi di Indonesia cukup cerah,” ujar Reiky Christianto, Operasional Manager PT Mitra Prima Cup & Cino, pemegang master franchise Cup & Cino di Indonesia, ASEAN, dan China.

Saat ini Cup & Cino punya 92 gerai di seluruh dunia. Menu andalannya berupa olahan biji kopi dari lima negara plus sekeping cino alias italian bread roll, roti khas Italia. Nah, bila Anda tertarik menjajal bisnis kedai kopi kelas mal, atau tengah mencari ladang usaha baru, tawaran waralaba dari Cup & Cino ini bisa menjadi salah satu pilihan.

Harus siap menghambur-hamburkan duit

Cup & Cino menawarkan tiga paket waralaba. Pertama, gerai kopi kelas stan, dengan nama Cup & Cino Express. Gerai kecil ini cocok dibuka di lobi perkantoran, bandara, atau di ruang pertemuan VIP. Untuk waralaba kelas Express, modalnya sekitar Rp 400 juta. Modal segitu dipergunakan untuk membayar franchisee fee (5 tahun), 1 unit mesin kopi, plus persediaan biji kopi untuk tiga bulan. “Untuk paket ini, terwaralaba bebas menentukan tempat usahanya,” kata Reiky.

Kedua, paket Coffee House, yakni gerai kopi dengan luas ruang minimal 100 m2. Modal awalnya sekitar Rp 3 miliar. Ini sudah termasuk franchise fee (Rp 500 juta untuk 5 tahun), semua perlengkapan dan furnitur gerai, seragam dan pelatihan pegawai, modal kerja, dan berbagai biaya lain (lihat tabel).

Ketiga, paket Coffee House & Entertainment. Ini gerai kopi ukuran besar –minimal 200 m2- yang dilengkapi berbagai sarana hiburan. Di antaranya: live music, ruang karaoke yang bisa disulap menjadi ruang rapat, dan meja biliar. Modal awalnya sekitar Rp 7,5 miliar.

Untuk masuk ke bisnis waralaba Cup & Cino ini terwaralaba memang harus mencadangkan modal yang cukup besar di luar investasi awal (lihat tabel). “Outlet itu enggak bisa pelit, karena nanti bisa jadi pailit,” sergah Reiky, “Di bisnis food and beverage ini, di saat tertentu kita harus siap menghambur-hamburkan uang, dan di saat lain kita akan kebanjiran duit.” Selain memiliki modal kuat, untuk menjadi terwaralaba kedai kopi asal Jerman ini terwaralaba harus badan hukum (perseroan terbatas)

Balik modal dalam 2,5 tahun

Soal tempat untuk membuka gerai – kecuali untuk paket Expresss – pihak Cup & Cino-lah yang akan menentukannya. Terwaralaba juga tak perlu pusing-pusing merekrut karyawan. Cup & Cino, yang menyasar pengunjung kelas menengah atas, akan merekrut dan melatihnya untuk Anda.

Laiknya sistem waralaba, Cup & Cino mewajibkan terwaralaba membeli biji kopi dan beberapa penganan lain dari pewaralaba. “Sekitar 90% makanan dan minuman yang dijual di gerai harus dibeli dari kami,” tandas Reiky. Cup & Cino juga memungut royalti sebesar 4% dari omzet bulanan.

Lalu, bagaimana keuntungan dari gerai kopi Cup & Cino ini? Kendati persaingan di bisnis kedai kopi kelas mal ini sudah cukup ketat, Reiky optimistis gerai Cup & Cino tetap akan mampu menyedot pengunjung. “Kami berbeda dengan kedai kopi asing lainnya, sebab kami tak hanya menjual kopi, tapi juga aneka makanan termasuk minuman keras,” ujarnya berpromosi. Ambil contoh, di gerainya di Plaza Semanggi, selain menikmati kopi dan cino, Anda juga bisa menyantap sop buntut, nasi goreng, atau menyesap berbagai jenis anggur (wine).

Menurut hitungan Reiky, setiap gerai Cup & Cino harus bisa memenuhi target rata-rata 150 orang pengunjung tiap hari. Setiap pengunjung tersebut ditargetkan akan berbelanja Rp 60.000-Rp 70.000. “Di Plaza Semanggi, gerai kami setiap hari kerja dikunjungi 160 orang, dan kalau akhir pekan bisa lebih dari 200 orang,” ujarnya.

Bila gerai Cup & Cino berhasil mencapai target yakni menggaet 150 pengunjung setiap hari, seluruh modal terwaralaba akan kembali dalam waktu 2,5 tahun. “Margin kotor bisnis ini cukup besar, mencapai 71%,” ujar Reiky.

Pencapaian target sangat bergantung pada pilihan lokasi. Bila salah pilih lokasi, modal Anda bisa terbenam cukup lama di bisnis ini. Siap menenggak untung maupun risiko dari kedai kopi ini?

Mesti Sinaga, Agung Ardyatmo

Tabel simulasi perhitungan bisa di donlod di SINI

Tulisan Lain yang Berhubungan

Peluang waralaba kedai kopi Gloria Jeans Coffees

Tawaran waralaba Kedai Kopi dan It’s Coffee

Membandingkan tawaran dua waralaba kafe [Miko Coffee , Beanstock Coffee and Tea]

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , , , , , , .

Membandingkan tawaran dua waralaba kafe Tawaran waralaba Kedai Kopi dan It’s Coffee

8 Komentar Add your own

  • 1. agus  |  Oktober 14, 2008 pukul 6:06 am

    saya tertarik dengan bisnis franchise ini. saya ingin membuka cup & cino coffee house di daerah mall kelapa gading, jakarta. tolong diberikan contact person yang bisa saya hubungi untuk mendapat informasi dengan lebih jelas lagi.
    terima kasih..

    Balas
  • 2. mike  |  Desember 17, 2008 pukul 8:09 am

    ada ga sih franchise kopi indonesia yg tembus ke luar negeri? sayang banget klo semuanya masuk ke indonesia tapi kopi indonesia sendiri ga bisa keluar… padahal dulu kopi jawa itu terkenal banget.. sampai ada bahasa program dengan nama java yg diambil dr nama kopi dr jawa

    Balas
  • 3. COFFEE BREAK  |  Januari 28, 2009 pukul 7:57 am

    CARZY PROMO !
    Menyambut awal tahun 2009

    COFFEE BREAK
    membuka kesempatan untuk :
    – Para pebisnis (entrepreneur), mahasiswa, investor atau siapun Anda untuk memiliki coffee house dengan harga special..

    Hanya Khusus untuk 20 MITRA..
    – BONUS : MESIN KOPI, POTONGANH FEE MANAGEMENT, FREE FEE ROYALTY !

    SEMUANYA MUNGKIN HANYA DI COFFEE BREAK?

    wait!
    Jika Anda ingin menjadi Barista?
    Segera gabung bersama kami…

    Semuanya mungkin…Hanya ada di COFFEE BREAK?

    Segera hubungi marketing di 0341-7700020 atau SMS di 085.234.998808 SEGERA!

    INGAT HANYA untuk 20 MITRA SAJA DI SELURUH INDONESIA !

    *Promo ini berlaku hingga bulan Februari 2009

    SEGERA !
    hubungi marketing di 0341-7700020 atau SMS di 085.234.998808

    Jangan sampai pesaing Anda, di kota Anda mendahului Anda…

    PROMO ini berlaku untuk 1 kota 1 MITRA !

    ” sudahkah Anda coffee break hari ini ?”

    Balas
  • 4. dwi  |  Februari 5, 2009 pukul 7:34 am

    saya tertarik dengan brand Coffee Break, bisa diberikan alamat lengkapnya?
    saya juga butuh informasi bisnis plannya, kirim ke
    dwi-gaul@gmail.com

    Balas
  • 5. rommy  |  Februari 21, 2009 pukul 5:34 am

    buat yang berminat n tertarik dengan kopi arabika lintong asli, silakang menghubungi saya di 0812 6310 7203.
    thanks

    Balas
  • 6. sarjana  |  Februari 24, 2009 pukul 1:57 pm

    coffee break itu bukannya nama waktu istirahat?

    Balas
  • 7. cc  |  Maret 13, 2009 pukul 2:43 am

    Salam..
    Simulasi perhitungannya boleh minta tolong di upload ulang ?
    GudangUploadnya dah mampus..
    Trims..

    Balas
  • 8. veny sovira  |  Mei 12, 2009 pukul 3:00 pm

    salam simulasi perhitungan nya tolong kasih yang lengkap dan juga tolong gambar disain kafe nya atau bentuk outlet nya agar bisa jadi acuan nya dan tolong juga kasih lihat tabel uploatnya
    makasih salam

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Kategori

Add to Technorati Favorites