Hajatan Besar Kraton Yogyakarta [4]

Mei 9, 2008 at 12:43 am Tinggalkan komentar

RACIKAN KHUSUS BUNGA KRATON UNTUK MEMPELAI

Sri Sultan Kembali ’Nanting’ Putrinya
09/05/2008 05:23:00
Senyum bahagia menghiasi raut muka cantik GRAj Nurkamnari Dewi yang kini bergelar GKR Maduretno — seusai ditanya kemantapan menikah dalam upacara tantingan yang dilakukan ayahandanya Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (8/5) malam pukul 19.30 di Emper Kagungan Dalem Bangsal Prabuyeksa. Sinar kebahagiaan itu terus memancar usai melaksanakan sungkeman kepada Sri Sultan HB X.

GKR Maduretno yang didampingi kedua kakaknya GKR Pembayun dan GKR Condrokirono tampak khidmat ketika ditanting Sri Sultan Hamengku Buwono X. Memang yang dikatakan Sri Sultan tidak terdengar jelas. Namun ketika GKR Madurento kemudian melakukan sungkem, yang hadir meyakini kemantapan GKR Maduretno.

Acara yang terlambat sekitar 30 menit dari pranatan lampah-lampah itu berlangsung singkat, sekitar 10 menit. Hadir dalam upacara adat tersebut GKR Hemas, kedua adik calon pengantin: GRAj Nurabra Juwita dan GRAj Nurastuti Wijareni. Juga hadir abdi Dalem Kaji dan petugas KUA Kecamatan Kraton untuk meminta tandatangan calon pengantin, sebagai kelengkapan administrasi.

Tantingan di masa silam dilakukan Sri Sultan Hamengku Buwono terhadap putrinya yang hendak menikah. Dalam upacara yang dilanjutkan dengan midodareni Sri Sultan mempertanyakan kembali kemantapan sang putri untuk mengarungi kehidupan barunya atau nanting.

Zaman dulu, menurut RM Dinusatomo, tantingan adalah peristiwa sangat penting. Karena tidak jarang, para putri menikah dengan orang yang belum dikenal. ”Karena merupakan upacara adat, meski sekarang sang putri sudah mengenal bahkan sudah berpacaran dengan calon suami, ya tetap dilakukan dengan sebuah upacara adat di Emper Kagungan Dalem Bangsal Prabayeksa,” jelasnya.

Tentu saja, upacara di Kraton berbeda dengan yang terjadi pada umumnya. Dalam acara tantingan di Kraton Ngayogyakarta, selain menanyakan kemantapan calon mempelai putri, petugas KUA akan memeriksa administrasi untuk pernikahan.

Rangkaian Upacara tantingan yang dilaksanakan menjelang upacara midodareni menjadi rangkaian hari pertama pernikahan yang akan dilaksanakan Jumat (9/5) pagi ini. Upacara siraman yang menyimbolkan penyucian diri lahir batin calon pengantin, dimulai pukul 10.00, lebih cepat satu jam dari jadwal.
Upacara siraman calon pengantin putri dan kakung yang dilaksanakan berbeda tempat.

Siraman pengantin putri di Kagungan Dalem Sekar Kedhaton Keputren dan pengantin kakung di Gedhong Kompa Kasatriyan. Sementara yang nyirami calon pengantin putri dan kakung sama. Diawali siraman oleh GKR Hemas di rambut dan pundak dan disambut pengantin putri dengan membasuh muka. Selanjutnya dilakukan Hj Handayati Djuwanto, Hj C Oetaryo, GBRAy Murdokusumo, GBRAy Riyokusumo, GBRAy Darmokusumo. Sementara yang muloni adalah Hj Hadiroh Ahmad Kamaludiningrat. Satu jam kemudian, siraman dilakukan di Gedhong Kompa Kasatriyan

Usai siraman, calon mempelai putri menjalani prosesi ngerik. ”Untuk kerik tahap awal ini, masih sangat tipis, hanya dihalup-halupi dulu,” kata perias Hj Lies Adang yang sudah menginap di Kraton Kilen sejak Rabu malam (7/4) dengan 15 asistennya. Saat dikerik, para saudara mempelai putri mendampingi.

Untuk menyambut hari bahagia, GRAj Nurkamnari Dewi juga melakukan perawatan khusus. Ahli perawatan kecantikan tradisional Hj Woro mengatakan, dirinya melakukan perawatan khusus untuk Gusti Dewi dengan meracik sendiri bunga-bunga yang dipetik dari Kraton, yaitu bunga melati, kantil dan kenanga. ”Ternyata Gusti Dewi menyenangi bunga kenanga, dan itu sangat baik untuk relaksasi juga untuk mencegah selulit. Meski lama di luar negeri, ternyata kulit Gusti Dewi cocok dan tidak ada alergi,” kata Hj Woro sambil mengatakan dirinya juga melakukan totok aura untuk meningkatkan vitalitas karena prosesi pernikahan cukup menguras energi.

Sementara, Ny Mooryati Sudibyo dengan tekun menyimak jalannya prosesi. ”Budaya yang adiluhung harus terus dikukuhkan dan dijaga kelestariannya. Di setiap Kraton ada adatnya sendiri-sendiri,” katanya. (Fsy/Ela/Fia)

sumber berita dari SINI

bagian ke lima baca di SINI

bagian pertama, baca di SINI

bagian kedua, baca di SINI

bagian ketiga baca di SINI

Entry filed under: news. Tags: , , , , , , , , , , , .

Hajatan Besar Kraton Yogyakarta [3] Hajatan Besar Kraton Yogyakarta [5]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Kategori

Add to Technorati Favorites