Hajatan Besar Kraton Yogyakarta [3]

Mei 9, 2008 at 12:28 am 4 komentar

HARI INI RANGKAIAN PERNIKAHAN KRATON DIMULAI

1 Ton Bunga Hias untuk Dekorasi
08/05/2008 05:23:02

KAMIS (8/5) hari ini, rangkaian upacara pernikahan GRAj Nurkamnari Dewi bergelar GKR Maduningrat dengan Yun Prasetyo SE MBA kini bergelar KPH Purbodiningrat sudah dimulai. Calon pengantin akan melaksanakan upacara adat siraman untuk pengantin putri di Kagungan Dalem Sekar Kedhaton dan pengantin kakung di Kagungan Dalem Gedhong Kompa.

Acara siraman dilaksanakan setelah pagi sebelumnya calon pengantin kakung melaksanakan nyantri yang diiringi Hj Handayati Djuwanto serta pangombyong masuk ke Kagungan Dalem Kasatriyan. Untuk menyemarakkan pernikahan putri ke-3 Sri Sultan Hamengku Buwono X telah /disiapkan sekitar 1 ton bunga hias untuk dekorasi. Menurut Meryz dari Emerys-Zinnia Florist, pelbagai jenis bunga lokal maupun impor tersebut akan digunakan untuk menghias kompleks Keputren, Kasatriyan, Bangsal Manis, Bangsal Proboyekso dan lainnya.

”Bunga lokal didatangkan dari perkebunan di Jawa Barat di antarnya daun pillo, daun pakis, daun parikesit dan daun walisanga dan anggrek bulan. Sedang bunga impor didatangkan dari Belanda di antaranya bunga mawar putih, lily, baby brace dan lainnya,” jelas Meryz. * Bersambung hal 27 kol 3 Meski mendatangkan pelbagai bunga impor, menurutnya daun walisanga justru akan ditempatkan di centrepiece yaitu meja VVIP.

”Sedang untuk menciptakan suasana, di Bangsal Manis juga ditempatkan dekorasi dengan bumbu dapur,” jelasnya. Dalam pranatan lampah-lampah disebutkan dalam melaksanakan upacara nyantri calon pengantin kakung dijemput KPH Wironegoro dan KRT Danukusumo dan diterima KGPH Hadiwinoto di Gadri Kagungan Dalem Kasatriyan. Pada saat bersamaan, GRAj Nurkamnari Dewi dijemput dari Kraton Kilen dan diterima GKR Pembayun di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton.

Selain nyantri dan siraman dalam rangkaian upacara adat tersebut juga dilaksanakan upacara majang atau menghias tempat tidur, masang tarub dan tetuwuhan. Sementara pada malam harinya akan dilaksanakan upacara tantingan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada GRAj Nurkamnari Dewi. Usai tantingan GRAj Nurkamnari Dewi melaksanakan upacara midodareni.

Pelaksanaan gladi resik rangkaian upacara pernikahan, Rabu (7/5), dilaksanakan KGPH Hadiwinoto dan GBPH Joyokusumo serta KPH Wironegoro dan kerabat kraton lainnya. Gladi resik ini untuk menyambut kedatangan Presiden SBY, Wapres Jusuf Kalla, serta rangkaian upacara Panggih dan Pahargyan. SBY-JK dan Habibie serta raja-raja di nusantara, sudah konfirmasi akan hadir. Pada gladi resik, juga dilakukan upacara pondongan, namun nantinya hanya dilakukan secara simbolis saja.

Sedang untuk upacara lainnya seperti siraman dan tantingan, juga ijab kabul pada Jumat (9/4) pukul 06.15 WIB, nantinya hanya untuk kalangan terbatas saja, demi menjaga kekhidmatan. Pada gladi bersih ini pasangan calon penganten tampak agak kikuk, namun beberapa kerabat Kraton berupaya mencairkan suasana dan mengatakan, jangan terlalu tegang, karena calon penganten toh sudah saling mengenal sebelumnya dan sudah melihat kakaknya menikah di Kraton.

Perias pengantin, Hj Lies Adang yang ditemui saat gladi resik mengatakan, dirinya telah melakukan persiapan untuk kelancaran tugasnya, seperti puasa Senin Kamis yang dilakukan sejak awal Februari 2008. ”Saya merasa seperti mendapat anugerah karena mendapat kesempatan dan kepercayaan dari raja Kraton Yogya yang juga Gubernur DIY,” kata Lies sambil menambahkan dirinya sudah mulai nginap di Kraton Kilen sejak Rabu malam.

Sementara di Kraton Kilen, panitia yang bertugas menata busana, seperti BRAy Prabukusumo dan Ny Tienuk Rifky menyiapkan semua perlengkapan busana pengantin perempuan dan laki-laki serta pengiringnya. Sebagian busana yang disiapkan ada yang baru, ada juga yang merupakan busana Kraton yang telah ada sebelumnya. Perhiasan lainnya seperti gelang tangan maupun dibahu, dibuatkan baru ke pengrajin di Kotagede menyesuaikan dengan pengantinnya supaya pas dikenakan.

Tienuk Rifky mengatakan, untuk busana saat Tantingan dan Pamitan, mempelai putri menggunakan busana rancangan Anne Avantie. ”Untuk busana rancangan baru memang ada payet-payet dan aksesoris lainnya, tetapi itu aksen atau pemanis supaya lebih hidup saja, karena tetap sesuai dengan pakem,” kata Tienuk. .(Fsy/Ela/Fia)

sumber berita dari SINI

bagian ke empat baca di SINI

bagian pertama baca di SINI

bagian kedua baca di SINI

Entry filed under: news. Tags: , , , , , , , , , , , .

Pertamina tawarkan kerja sama pendirian OliMart Hajatan Besar Kraton Yogyakarta [4]

4 Komentar Add your own

  • 1. Hajatan Besar Kraton Yogyakarta [2] « blog-nya kage  |  Mei 9, 2008 pukul 12:36 am

    […] bagian ketiga baca di SINI […]

    Balas
  • 2. bangzenk  |  Mei 10, 2008 pukul 4:56 am

    Tolak SULTAN jadi calon presiden!!

    apakah tak ada keprihatinan?? atau budaya telah menjadi tuhan kecil bangsa ini??

    Balas
  • 3. sibarakokok  |  September 10, 2008 pukul 4:01 pm

    Masalah bunga terlalu dilebih-lebihkan sama yg nulis. Toh mantunya punya toko bunga dan juga mensuplai bunga waktu mereka nikah.

    Balas
  • 4. deny kusdiany  |  Juli 6, 2009 pukul 3:59 am

    wah seruu euy?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Kategori

Add to Technorati Favorites