Peluang usaha bioskop mini

Mei 3, 2008 at 12:26 am 28 komentar

USAHA
Tabloid KONTAN No. 2, Tahun X, 10 Oktober 2005

Juragan Bioskop Kelas Cilik
Peluang usaha bioskop mini

Terbuka lebar peluang bisnis bioskop mini. Tak hanya di daerah yang bioskopnya masih minim, di kota besar macam Jakarta pun bisnis ini masih menjanjikan. Pasarnya masih cukup besar. Modalnya relatif kecil, dan marginnya tinggi, mencapai 75%.

Sejak zaman bokap dan nyokap pacaran, nonton film sudah menjadi salah satu menu kencan pasangan anak muda. Nonton film di bioskop juga merupakan salah satu aktivitas yang paling asyik untuk menjeda rutinitas. Dan, juga untuk mencari inspirasi baru.

Di era digital ini, jika tak punya waktu ke bioskop, kita memang bisa menonton DVD di rumah. Apalagi sudah ada perangkat audio visual canggih yang bisa menghadirkan home theater di kediaman Anda. Cuma, bagi pecinta nonton, memelototi film di rumah tak seasyik menonton di bioskop. Ada greget yang hilang. Mungkin dari perjuangan berat usel-uselan mengantre tiket, ngecengin orang-orang yang ada di situ, sampai memergoki-atau dipergoki-penonton lain tengah pacaran di dalam theather.

Bagaimana, dong, kalau di kota kita belum ada bioskop, atau kalaupun ada jumlahnya sedikit? Inilah sebuah peluang bisnis baru. Untuk menggantikan bioskop, kini mulai bermunculan yang namanya bioskop mini.

Peluang usaha teater cilik ini tentu saja menjadi amat lebar di daerah-daerah yang belum memiliki bioskop atau yang jumlah bioskopnya sedikit. Salah satu contoh suksesnya adalah Movie Box yang berada di Jogjakarta.

Terletak di kawasan dekat kampus, Movie Box merupakan sepotong ruang memanjang berukuran 6 x 9 meter. Ada lima perangkat audio yang mendukung kedahsyatan suara layaknya di sinema besar. Sebuah proyektor digantungkan di langit-langit dan ditembakkan pada tembok putih berukuran 4 x 6 meter.

Di ruangan itu telah tertata kursi sofa yang disusun bertingkat, persis kayak kursi di bioskop. Sofanya berjumlah 12 set, yang bisa diduduki oleh 12 pasangan alias 24 orang. Asyik, to? Ya, untuk bisa menonton di Movie Box ini, pengunjung biasanya datang berdua, sebab tiketnya dijual untuk dua orang sekaligus. Tarifnya Rp 30.000 untuk non-member dan Rp 15.000 untuk member.

Pada hari biasa, Movie Box buka untuk tiga sesi pemutaran film, yakni pukul 14.30, 17.00, dan 19.30. Pada weekend, jadwal main film ditambah pada pukul 22.00 dan midnight. Soal film, Movie Box tak kalah dari jaringan bioskop besar. Movie mini ini selalu memutar cakram berisi film-film terbaru Hollywood.

Sebagian besar kursi selalu terisi

Kehadiran Movie Box mendapat sambutan hangat kawula muda Jogja. Setiap jam pertunjukan, sebagian besar kursi terisi. Pengunjungnya tak hanya mahasiswa yang merupakan target pasar utama, tapi juga anak-anak SMU-bahkan para ABG. Sering pula sekelompok pengunjung mencarter atau memblocking time di Movie Box. Tarifnya Rp 120.000 untuk satu kali pertunjukan. Tak jarang pula ada perusahaan yang mem-booking Movie Box selama seminggu penuh dan memutar film-film box office yang mereka sponsori. “Kalau dirata-rata, tingkat penjualan tiketnya sekitar 80%,” beber Cahyadi, pemilik dan pengelola Movie Box.

Sukses Movie Box menjaring banyak penonton berkat adanya sistem membership. Untuk menjadi anggota, orang harus membayar joining fee sebesar Rp 40.000. Imbalannya, selain bisa membeli tiket dengan harga miring, si member juga akan mendapat fasilitas belanja diskon di beberapa toko, seperti Ginza, Soda Lounge, kosmetik Avon, Veneta Refill, dan NorthBound Boutique.

Tak mau kalah dari bioskop-bioskop yang umumnya berada di mal atau pusat hiburan, Movie Box juga membuka coffeeshop di sebelah ruang teaternya. Selain dari penjualan tiket yang bisa memberi keuntungan sekitar 75%, kedai kopi ini ikut menyumbang keuntungan yang lumayan ke kantong Cahyadi. Tak heran, perusahaan yang berawal dari usaha penyewaan VCD ini bisa balik modal kurang dari setahun.

Di Jakarta pun peluangnya cukup besar

Bisnis bisokop mini ini tak hanya berpeluang di kota atau daerah yang jumlah bioskopnya minim. Di kota besar seperti Jakarta yang sudah memiliki begitu banyak gedung bioskop-mulai kelas premier hingga kelas pasar rakyat, usaha ini juga lumayan subur. Maklumlah, tetap ada pasar bagi orang-orang yang hendak menonton film di luar rumah, tapi ogah antre, ingin suasana yang lebih privasi, dan tentu saja harga tiket yang lebih murah.

Sebut saja contohnya teater mungil bernama Subtitles yang terletak di lantai dasar Dharmawangsa Square. Bioskop mini yang sekaligus juga merupakan usaha rental DVD ini memiliki ruang nonton berukuran 5 x 3 meter untuk maksimal enam pengunjung. Tarifnya, baik menonton sendiri atau berkelompok, Rp 80.000 untuk satu kali pertunjukan. Itu untuk yang non-member. Member bioskop mini ini cukup membayar Rp 60.000.

Buka mulai pukul 10.00 pagi, Subtitles yang memutar film empat kali pada hari biasa plus midnight pada akhir pekan ini tak pernah sepi pengunjung. Tak hanya hanya anak-anak muda, rombongan ibu-ibu atau keluarga juga kerap bersantai di sini. Untuk weekend, sering kali pelanggan harus booking dulu empat hari sebelumnya.

Menurut Fujianto, Sales and Marketing Subtitle, bioskop kecil ini bermodalkan Rp 150 juta. “Memang belum balik modal. Kami perkirakan setidaknya pada tahun kedua sudah balik modal,” ujarnya.

Usaha bioskop kecil ini juga bisa menjadi kembangan atau pelengkap bisnis lama yang sudah Anda rintis. Ambil contoh langkah yang dilakukan Ke’kun Café yang membuka layanan bioskop kecil bernama Flickers di kafenya yang berlokasi di kawasan Kemang. “Flickers merupakan tambahan fasilitas bagi pengunjung kami, sama seperti bar atau ruang karaoke,” terang Patrick Sinaga, PR & Marketing Manager Ke’Kun Café.

Flickers merupakan suatu ruang teater kecil berukuran 5 x 3 meter. Di situ ada tiga set sofa yang bisa menampung delapan orang pengunjung. Secarik layar dari kain terpampang di dinding, siap menyambut sorotan film dari proyektor. Sound-nya lumayan. “Setiap hari Flickers pasti terisi,” ujar Patrick.

Sebagian penonton adalah pengunjung kafe yang ingin makan dan menonton sembari menunggu kemacetan lalu lintas di sana menyusut. Maklum, di ruangan teater ini, penonton bisa makan dan minum, tapi tak bisa merokok. Namun, sebagian pengunjung lainnya memang sengaja datang untuk menonton film; baik dating sendiri, dengan pasangan, atau bergerombol. Enaknya lagi, di sini pengunjung bisa membawa sendiri film yang hendak di tontonnya.

Untuk bisa menikmati film di Flickers, baik Anda datang sendiri atau dengan orang lain, Anda harus membayar ongkos sebesar Rp 99.000 untuk satu kali pemutaran film.

Cuma, ada catatan penting menyangkut hak cipta (copyright) film. Umumnya, film dalam format DVD hanya boleh diputar untuk konsumen individual. Jangan-jangan jika film itu diputar untuk banyak orang dengan memungut bayaran akan menimbulkan masalah di belakang hari.

Mesti Sinaga, Femi Adi (Jogja), Yohan Rubiantoro (Jakarta)

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , , , .

Kisah Edi Nursasongko berbisnis pendidikan TIPS Membuat Surat Lamaran Pekerjaan yang Baik

28 Komentar Add your own

  • 1. kang4roo  |  Mei 4, 2008 pukul 2:41 am

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK “Leoxa.com”
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    Balas
  • 2. Refi Yulianto  |  Juli 2, 2008 pukul 7:31 am

    saya sangat tertarik dan saat ini lagi mencari info detail tentang modal awalnya. kalau bisa membantu berikan info kirimkan ke email saya oke. saya dari Riau. thanks

    Balas
  • 3. Ruben Andreas  |  Juli 17, 2008 pukul 8:53 am

    wah boleh juga tuh…trus aku mesti beli kaset sebanyak mungkin/terbaru yang lagi beredar..?
    atau dengan sewa kaset di rental..??
    mohon info lengkapnya donk klo bisa sama foto indoor nya
    aku belum pernah liat bisnis kaya gitu di sini
    aku dari Cilacap..
    trimz

    Balas
  • 4. neeam  |  Juli 24, 2008 pukul 12:14 am

    saya sangat tertarik dengan usaha itu karena d daerah saya tidak ada bioskop yg memenuhi syarat,..

    tolng kasih foto dan rincian pengeluaran,…

    posisi saya di pasuran,..

    thanks,…

    Balas
  • 5. jhon  |  Juli 27, 2008 pukul 1:24 am

    anda mau usaha bioskop mini??
    saya mau bantu dan saya udah ada perlengkapannya…silahkan hubungi saya di gai4009@yahoo.com
    saya akan wujudkan usaha ada dengan sebaik2nya thanks

    Balas
    • 6. rexzhazha  |  Juni 11, 2011 pukul 1:54 am

      saya sudah mengirim balasan di email anda. . . mohon segera dijawab. saya sangat tertarik

      Balas
  • 7. jhon  |  Juli 27, 2008 pukul 1:31 am

    untuk peralatan saja kurang lebih 45juta rupiah ( apli 8.500.000.- projector 12.7500.000.- speaker 17.000.000,- dan dvd player 2.000.000,- serta cabel2 ) itu hanya di luar tempat dan dekorasi lohhhh…saya jamin kualitas gambar dan suara setara atau diatas bioskop 21…gimana…mahal..?? terserah tapi memang prospeknya sangat bagus dikota2 yang gak ada bioskopnya…..thanks

    Balas
    • 8. arman  |  Juli 22, 2011 pukul 5:54 am

      jhon, gimana kalo kita beli dvd original buat disiarkan komersil,,legal ga tuh???

      Balas
  • 9. neeam  |  Agustus 13, 2008 pukul 12:44 am

    tempat yg disediakan mininm brp?

    ad foto g?

    ku pgn lihat tatanan tempat duduknya?

    Balas
  • 10. jhon  |  Agustus 21, 2008 pukul 10:42 pm

    ada yg mau join gak…?? gue punya peralatannya lengkap..dan elo yg siapin tempatnya..gimana..?setuju…??

    Balas
    • 11. dwi  |  Agustus 13, 2011 pukul 4:37 am

      setuju……min tempat yg agan butuhin brp M2,.?? 085643871270

      Balas
  • 12. alung  |  September 4, 2008 pukul 6:24 am

    soal perijinan gimana, karena bisa bermasalah. dan harus kemana perijinannya

    Balas
  • 13. vends  |  September 5, 2008 pukul 12:27 pm

    boleh tau ga cara mencari film terbaru y akan diputar supaya ga kalah dgn 21. atau film ny diputar d bioskop mini y beredar saja d rental.

    Balas
  • 14. vends  |  September 5, 2008 pukul 12:28 pm

    maslah perzininan jg gmn? kabari saya yah
    081319584599

    Balas
  • 15. jhon  |  September 6, 2008 pukul 9:20 pm

    kalo izin elo bikin aja di kecamatan yg dekat rumah,…sambil jln nanti baru ke kantor walikota dan dinas penerangan….
    kalo mengenai filmnya ya tentu kita kalah dibandingkan 21 tapi…..kita banyak kelebihannya ..apa??? ya banyak pilihan film.nya dan yg penting bisa untuk KARAOKE juga tuh….Kalo mau gak telat beli aja filmnya lewat internet di yahoo shop atau amazon ..oke..??
    good luck
    gue mau buka di Lampung neh udah ada yg pesan

    Balas
  • 16. pulaupinank  |  Oktober 4, 2008 pukul 5:11 pm

    Saya Tertarik dengan info bisnis ini, tolong kirim kan data- data RAB bisnis, ini dan Perhitungan BEP nya.. komfirmasi ke email saya dody_dermawan11@yahoo.com tks.

    Balas
  • 17. Yusuf  |  November 3, 2008 pukul 2:44 pm

    Trim bgt infonya yg sangat brguna, emang aku lg cari2 usaha yg pertama dikota ku. Mhn bantuan kirimkan detail rencana pendirian movie box. Mr jhon tawaran bgs ni kalau mau nyedia in propertinya. Plz info email to yusuf.efendi@ymail.com
    Aku tunggu bro. Tks

    Balas
  • 18. handri  |  November 17, 2008 pukul 5:20 am

    Thx bgt infonya. btw tolong kirimin detail tinjauan secara ekonomi, perizinan dll. kami mau buka di purwakarta nih, dah ada blm yach?
    trims

    Balas
  • 19. arifin  |  Desember 9, 2008 pukul 9:57 am

    Tolong kirimin detail tinjauan secara ekonomi, perizinan dll. Takut baru aja buka dah digrebek gr2 g punya licensi filmnya… Thx’s

    Balas
  • 20. maston  |  Mei 8, 2009 pukul 11:00 am

    Tolong donk, saya pengen buka bisnis ini, gimana caranya, kirimkan proposalnya. berapa modal yang disediakan, disainnya seperti apa? Kirim ke emailku ya : notrombeta@rocketmail.com
    Salam hangat, trims.

    Balas
  • 21. aini  |  Juni 20, 2009 pukul 8:38 am

    say tertarik dgn info ini mas..tlg kirimin bep and rab nya yaaa???bantuin gw doonk gmn cara memulainya????tlg krm ke email saya : ani_jty@yahoo.co.id

    Balas
  • 22. septa lucky f  |  April 23, 2011 pukul 4:18 pm

    minta tolong untuk harga kursinya juga…

    Balas
  • 23. Wandi Dermawan  |  Juli 7, 2011 pukul 8:14 am

    saya mau buka usaha bioskop mini tapi bagaimana cara-caranya.. harus bergabung dulu sama perusahaan bioskop itu atau gimana..?

    Balas
  • 24. Wandi Dermawan  |  Juli 7, 2011 pukul 8:16 am

    balas komentar saya wandi ke no ini, 085719484198, terimakasih

    Balas
  • 25. awi  |  Juli 17, 2011 pukul 12:07 pm

    masalah izin ini yang mumet , tolong di emal in dong cara membuat izin bioskop mini, dan masalah filem ada di kenakan pajak lagi gak

    Balas
  • 26. andi  |  Oktober 13, 2011 pukul 1:35 am

    apa saja yg di butuhkan untuk membuat bioskop mini??

    Balas
  • 27. andi  |  Oktober 13, 2011 pukul 1:52 am

    saya sudah punya rencana juga buat buka mini studio ini gan..
    tapi bingung apa aja yg harus disiapin..

    kira2 bisa bantuin untuk alat2 nya gag??

    please hub saya..
    085268653004

    Balas
  • 28. andri  |  Januari 22, 2012 pukul 3:20 am

    Saya andri dibengkulu…pluang usaha ini kayaknya sangat menjanjikan,,,kasih tau kita donk gmn cara memulainya,,,, aku pengen jd pengusaha muda kayak rekan2 di jogja,,,,,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Kategori

Add to Technorati Favorites