Menjadi investor di Salon Alfons

April 19, 2008 at 12:44 am 6 komentar

USAHA
Tabloid KONTAN No. 14, Tahun IX, 10 Januari 2005

Duit Ente Ane Atur, deh
Menjadi investor di Salon Alfons

Meski tak cakap menata rambut, Anda bisa menjadi pemilik salon terkenal. Sebab, kini ada beberapa tawaran kerja sama dari jaringan salon ternama, seperti Salon Alfons ini. Anda cukup setor modal, Alfons yang mengurusi operasional salon.

Sederet panjang orang ternama yang kepalanya pernah ia permak. Si cantik Febby Febiola, Cut Yanthi, Ari Wibowo, Maudy Koesnaedi, hingga istri KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu pasrah saja ketika Alfons mengerjai rambut mereka. Bahkan, ketika penyanyi kelas dunia David Foster manggung di Jakarta beberapa waktu lalu, Alfons yang dipercayai menata rambutnya.
Sebagai penata rambut, Alfons memang terbilang kondang. Setidaknya di kalangan atas, nama pemilik salon yang pernah membintangi iklan produk pencuci rambut ini bolehlah. Biarpun sampai saat ini ia baru punya dua gerai salon, yakni di Hotel Kartika Chandra dan Panglima Polim, tapi justru tak sembarang orang yang jadi pelanggannya. Maklumlah, ongkos satu kali potong rambut plus cuci dan blow di sini mencapai Rp 130.000 hingga Rp 305.000. Spektrum harga layanan ini memang cukup lebar, tergantung siapa sang penata rambutnya.

Rupanya, setelah berkutat di pasar kalangan elite selama 17 tahun, tangan Alfons gatal untuk masuk juga ke salon kelas menengah. Di sini pasarnya jauh lebih besar. Jadilah, dengan mengusung nama Salon Hair Code, Alfons meramaikan persaingan di bisnis salon kelas menengah.

Nah, jika Anda tertarik menjajal bisnis salon, baik yang kelas atas maupun kelas menengah, kini Alfons sedang mencari mitra untuk bekerja sama. “Kami menawarkan kerja sama, karena membuka jaringan salon yang luas itu butuh modal yang amat besar,” ujar Rina Rengganis, General Manager PT Sisir Emas Nusacipta, perusahaan yang menaungi Alfons Hair & Beauty Room, Hair Code Hair dressing,dan Alfons Scholl of Hairdressing.

Pendek kata, Alfons menawarkan peluang investasi bagi siapa saja yang berminat membuka salon. Peluang investasi ini sendiri bentuknya bukan waralaba, melainkan menjadi program yang dinamakan under manage.

Menurut Rina, Alfons tidak menggunakan sistem waralaba terutama karena sulit membuat standar operasional dalam bisnis salon. “Terwaralaba yang tidak tahu urusan rambut kan harus mengelola para penata rambut. Bagaimana bisa memberikan ilmu buat mereka?” papar Rina.

Yang penting punya duit, lainnya bisa diatur

Padahal, yang dijual dalam bisnis salon adalah sumber daya manusia alias si peñata rambutnya. La, kalau penata rambut tidak betah, para pelanggan pun bakal segera kabur. Maka, untuk menjaga kualitas sumber daya manusia di salon, Alfons membuka lembaga pendidikan setingkat diploma yang dibuka di akhir bulan Januari 2005. Nah, para lulusan sekolah salon inilah yang kelak bekerja di salon-salon mitra Alfons.

Dalam kerja sama under manage ala Alfons ini pemilik modal bisa menjadi investor pasif. Anda cukup menyediakan modal. Kalau mau, Anda bisa tinggal ongkang-ongkang kaki menunggu salon Anda mencetak uang. Anda tak perlu terjun langsung mengeramas, memangkas rambut, atau memijat kepala pelanggan. Anda pun tak perlu pusing mencari karyawan yang cakap mengurusi pelanggan. Sebab, semua urusan operasional, mulai urusan karyawan hingga meladeni pelanggan, mengurusi keuangan dan tetek bengek lainnya, pihak Alfons yang akan menangani. Bahkan, semua karyawan di salon Anda pun berstatus karyawan Alfons.

Untuk menjadi investor di Salon Alfons, Anda tak perlu punya keahlian mendandani rambut. Menurut Rina, yang penting itu si calon investor harus punya karakter pebisnis yang baik, kooperatif, dan komunikatif. “Ini kan bisnis yang panjang, kerja sama ini kan kontrak 5 tahun,” tutur Rina, seraya menambahkan hingga saat ini perusahaannya baru berhasil menjaring dua investor.

Yang paling penting, investor harus memiliki dana cukup. Modal untuk membuka salon sesuai standar Alfons memang cukup besar. Sebagai gambaran, untuk membuka Salon Alfons yang menyasar kelas atas dengan luas minimal 120 m2 modalnya mencapai Rp 1 miliar-Rp 1,25 miliar. Adapun untuk mendirikan Salon Hair Code — yang menyasar pasar menengah — dengan luas minimal 60 m2 (untuk bisa menempatkan 12 kursi), modalnya kurang lebih Rp 200 juta.

Oh, ya, selain menyediakan modal untuk membiayai semua keperluan salon, si investor juga harus menyetorkan deposit. Besarnya Rp 20 juta – Rp 50 juta. Deposit ini akan dikembalikan kalau kerja sama berakhir. “Dana ini sebenarnya akan digunakan untuk operasional di tiga bulan pertama,” tutur Rina.

Dengan harga standar untuk gunting dan blow Rp 37.500, Salon Hair Code menargetkan pendapatan Rp 80 juta per bulan di tahun pertama. Adapun target omzet untuk Salon Alfons Hair Beauty adalah Rp 150 juta — Rp 200 juta sebulan. Dari omzet itu, target keuntungan bersihnya 30%. Keuntungan salon ini akan dibagi antara investor dan Alfons setiap 3 bulan sekali, dengan pembagian hasil 50% untuk investor dan 50% untuk Alfons. “Kalau rugi, ya pembagian kerugiannya juga 50:50, “cetus Rina.

Bila rugi, Alfons akan ikut suntik duit

Tapi, sebelum keuntungan ini dibagikan, keuntungan bersih salon terlebih dahulu dipotong 10% untuk biaya pencadangan operasional atau renovasi kecil. Cadangan operasional ini yang akan menalangi biaya operasional, kalau salon sampai merugi. Kalau sampai salon terus-menerus merugi, menurut Rina, pihak Alfons akan ikut pula menyuntik modal ke salon tersebut. “Kami kan harus merasakan ikut berdarah kalau memang saatnya harus berdarah,” janji Rina, yang tahun ini menargetkan bisa mendirikan 7 cabang baru.

Bila target penghasilan itu tercapai, dalam waktu sekitar dua tahun modal yang ditanamkan si investor bakal balik. Rahasia mencapai target ini tentu saja terletak pada pemilihan lokasi salon yang tepat. Penentuan lokasi ini akan diputuskan bersama oleh investor dan pihak Alfons.

Selain itu, kendati tak terlibat langsung dalam kegiatan salon sehari-hari, investor sebaiknya rajin mengawasi salonnya. Dengan begitu dia bisa melihat kekurangan-kekurangan dan memberi masukan pada manajemen salon yang dikelola Alfons.

Menurut Rina, investor tidak perlu khawatir ditipu manajemen. Sebab, rekening salon merupakan rekening bersama. “Uang penghasilan harian salon tidak akan masuk ke rekening perusahaan kami,” kata Rina. Tentu, lebih baik bila si investor cakap meneliti laporan keuangan yang secara berkala akan dilaporkan oleh manajemen salon.

Mungkin yang perlu dipikirkan sejak awal oleh para investor adalah kerja sama berikutnya setelah 5 tahun pertama berakhir. Bila tidak memperpanjang kerja sama, salon bisa jadi tak beroperasi lagi. Semua peralatan dan tempat salon memang akan menjadi milik investor. Tapi, tanpa kemampuan teknis apa-apa investor tidak akan bisa melanjutkan salonnya.

Karena itu, bila berniat terus menekuni bisnis ini dan tak mau bergantung terus pada pihak Alfons, dalam waktu 5 tahun kerja sama itu investor jangan hanya ongkang-ongkang kaki. Dia perlu juga belajar bagaimana mengelola salon dengan baik.

Djumyati Partawidjaja

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , , , .

Potret usaha dagang tekstil di Pasar Cipadu, Tangerang Membuka usaha salon keluarga

6 Komentar Add your own

  • 1. Forum Investor  |  April 19, 2008 pukul 5:03 pm

    menarik juga sih untuk investasi di bisnis salon, tapi modal yang dibutuhkan besar sekali.

    Balas
  • 2. Iwan  |  April 26, 2008 pukul 1:56 am

    Info lowongan Kerja :

    Saya mencari karyawan khususnya Cowo yg bisa pangkas rambut…!!!
    saya akan buka di daerah Tambun Bekasi

    sistem bagi hasil 50:50

    Contact person 021 680-111-72
    Mr. Iwan

    Balas
  • 3. Iwan  |  April 26, 2008 pukul 1:56 am

    Info lowongan Kerja :

    Saya mencari karyawan khususnya Cowo yg bisa pangkas rambut…!!!
    saya akan buka di daerah Tambun Bekasi

    sistem bagi hasil 50:50

    Contact person 021 680-111-72
    Mr. Iwan

    Balas
  • 4. nurul  |  November 13, 2008 pukul 1:46 am

    saya kecewa. bbrp hr yg lalu sy gunting rambut di alfons salon, mengecewakan.
    memang kesalahan sy, dtg pd pkl 8mlm, mgkn sdh terlalu mlm.. sy minta ditangani oleh mb … waduh, sdh pelayanannya kurang baik, poni sy,ada yg berdiri, sedikit mmng.. ckp. ckp kecewa

    Balas
  • 5. Yudho  |  April 6, 2009 pukul 8:39 am

    Info kesempatan berkarir bagi pria maupun wanita yang mahir gunting rambut ala cowok & cewek utk bekerja di salon/barbershop saya di perum Bekasi Timur Regensi. Sistem bagi hasil 40:60.
    60 untuk anda.

    Yang berminat boleh menghubungi sy di 021-92766930.

    Yudho

    Balas
  • 6. masduki  |  Oktober 29, 2012 pukul 4:01 am

    kiranya sistem pembagian usaha potong rambut 50 : 50 itu apa bisa menguntungkan kpd pihak investor, dan bagaimana untuk mengawasinya agar pegawai dpt jujur

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

Add to Technorati Favorites