Tawaran waralaba Peaches Tea House

April 14, 2008 at 2:19 am Tinggalkan komentar

WARALABA
Tabloid KONTAN No. 51, Tahun IX, 26 September 2005

Nyesss… Laba serba Peaches
Tawaran waralaba Peaches Tea House

Kelompok Es Teler 77 membesut restoran terbarunya: Peaches Tea House. Restoran waralaba ini perlu modal sampai Rp 2 miliar, dan bisa balik modaldalam waktu tiga tahun.

Kalau Anda ingin loncat ke masa depan, sambangi saja Peaches Tea House di Pondok Indah Mal (PIM) II Jakarta Selatan. Begitu masuk, Anda langsung disambut oleh pelayan yang berpakaian funky yang warnanya serba peaches, oranye-kekuningan, dari topi sampai sepatu. Bajunya, sih, berwarna putih, tapi meja dan kursinya juga berwarna peaches. Adapun dinding-dinding restorannya berlapis kaca dan dihiasi gambar manga. Itu, lo, goresan-goresan kartun ala Jepang. Di bawahnya berjejer sofa empuk yang bisa menampung hingga delapan orang.
Coba dongakkan kepala ke atas. Di langit-langit Anda bisa melihat lampion ala Thailand. Dari berbagai sudut di ruangan itu, Anda bisa memelototi sang koki asyik meracik makanan. Seratus, konsep Peaches adalah dapur terbuka.

Begitu mendudukkan pantat di kursi, Anda akan disapa pelayan yang di tangannya membawa alat semacam PDA. “Pesan saja, alat itu akan mencatatnya, langsung terhubung ke kasir dan dapur,” ujar Sukyatno Nugroho, Presiden Komisaris Peaches, sang pewaralaba. Alhasil proses pemesanan makanan paling banter lima menit. “Kami membuat Peaches ini sebagai restoran internasional masa depan, “kata Sukyatno yang juga pemilik raja waralaba, Es Teler 77.

Menilik namanya, orang tentu berpikir Peaches Tea House hanya menyajikan menu berupa teh. Kalau itu juga ada di benak Anda, wah, Anda tertipu. Sukyatno bilang, seduhan teh di Peaches hanyalah salah satu menu. “Saya penginnya ada macam-macam, enggak hanya ada teh,” cetusnya. Di Peaches, Anda bisa mencicipi masakan ala Barat, Asia, dan tentu saja Indonesia. Untuk itu, koki Peaches berasal dari berbagai negara, seperti Thailand, Singapura, Malaysia, dan sebagainya.

Dengan desain ruangan dan pelayan yang funky, Peaches mengincar pangsa pasar kaum muda kelas menengah ke atas. Kenyataannya, beberapa kali Peaches digunakan sekelompok ibu-ibu untuk arisan.

Awalnya, sang manajer dari pewaralaba

Menariknya, baru berupa orok, Peaches di PIM II itu sudah dibeli terwaralaba. “Itu bukti kepercayaan terhadap kami,” kata Sukyatno yang sudah 23 tahun berbisnis waralaba. Dari awal Peaches memang mengusung konsep waralaba. Ada berbagai persyaratan yang wajib dipenuhi kalau Anda berminat menjadi terwaralaba Peaches.

Pertama, Peaches bakal “menyidik” calon terwaralaba dengan detail: seluk-beluk, pengalaman, dan motivasi menjadi mitra. “Nomor satu iktikad baik,” lanjut Sukyatno. Kedua, tentu saja Anda harus memiliki modal. “Kurang lebih Rp 2 miliar,” ungkap andre Nugroho, sang pencetus konsep Peaches.

Ketiga, lokasi harus kelas satu dan strategis. Mengingat restoran ini mengincar pasar kelas menengah ke atas, tempat yang pas adalah mal di daerah premium dan ramai.

Peaches membutuhkan ruangan seluas 250 m2-300 m2. Lantaran perlu lokasi superstrategis, selain bahan baku, sewa ruangan menjadi salah satu biaya terbesar gerai Peaches.

Biaya terbesar berikutnya adalah gaji pegawai. Dengan jam buka pukul 10.00-22.00 setiap harinya, Peaches kudu digawangi 20-an pegawai, termasuk chef dan manajer. Menariknya, pada tahap awal, manajer gerai Peaches berasal dari pewaralaba. Ini untuk membantu operasional resto sampai benar-benar mandiri.

Sayang, baik Sukyatno dan andre masih tutup mulut mengenai fee yang bakal mereka kutip. “Yang pasti lebih murah dari waralaba asing,” ujar Sukyatno. Adapun sang putra, andre, memberi ancar-ancar royalty fee yang dikutip saban bulan bisa di bawah 5%.

Kendati bermodal gede, dengan mengusung konsep funky dan makanan “gado-gado”, Peaches berani menargetkan balik modal dalam waktu singkat. “Jual makanan seperti ini target kami BEP dalam dua tahun-lah,” harap andre.

Target tersebut agaknya bisa tercapai. Setiap akhir pekan Peaches di PIM II dikerubuti sekitar 300 pengunjung. “Hari biasa, jumlah pengunjung setengahnya, “jelas andre.

Dengan jumlah pengunjung sebanyak itu, wajar kalau Peaches sudah membetot perhatian para pengusaha di daerah. Paling tidak sudah ada calon terwaralaba dari kota Medan dan Surabaya. “Konsep, interior, dan menu makanannya oke,” imbuh Sony Hendarto, calon terwaralaba asal Surabaya.

Sony yang juga terwaralaba Es Teler 77 bakal membuka Peaches di BG Junction, Bubutan Surabaya. Keppel Land-sang pengembang BG-menginginkan restoran yang bagus dan belum ada di Surabaya. “Eh, begitu saya bilang mau buka Peaches, Keppel langsung tertarik. Padahal, susah, lo, buka di BG,” lanjutnya. Sayang, lantaran malnya baru jadi tahun depan, ia tak bisa langsung mencicipi gurihnya bisnis ini.

Sony sendiri belum menghitung berapa lama balik modal. “Nanti kan dibantu mereka, saya terima beres saja. Maklum, sleeping partner,” katanya terkekeh. Kalau tertarik, ayo, buruan seruput peluang ini.

+++++

Menu Gado-Gado ala Peaches

Lantaran memiliki menu yang komplet, jangan heran pada akhirnya yang datang ke Peaches Tea House tak hanya kaum muda. Kaum ibu, misalnya, memfavoritkan laksa Singapura dan nasi goreng seafood. Para bokap sangat hobi sama yang namanya tom yam. Kaum muda dan remaja menyukai mi dan juga nasi goreng. Kelompok ekspatriat lebih sering memesan sandwich dan American breakfast.

Yang paling unik dari seluruh menu Peaches adalah peaches surprise ice cream. Menu ini disajikan pada sebuah gelas supergede. Pokoknya, bagi yang pertama kali datang ke Peaches bakal surprise banget, deh, melihat gelas segede Gaban. Isinya bermacam-macam, tapi yang utama adalah s krim dan es serut. Di samping itu juga ada buah peach, lengkeng, jagung manis, dan ceri. Oh, ya, tak ketinggalan cendol dan pemanis menambah sedap es krim ini.

Untuk mencicipi menu ini, tentu saja Anda tak harus menyeruput gelas gede itu bergantian. Empat buah gelas lebih kecil bakal disediakan bersamaan, menandakan sajian ice cream ini pas untuk empat orang.

Para ABG paling getol memesan menu ini. Maklum, satu gelas gede harganya Cuma Rp 22.000.

Ahmad Febrian, Yakob Yahya

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , , , , , .

Tawaran waralaba Frankfurter Hot Dog Help Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

Add to Technorati Favorites