Peluang baru usaha cuci mobil panggilan

April 3, 2008 at 12:12 am 16 komentar

USAHA
Tabloid KONTAN No. 50, Tahun X, 18 September 2006

Untung Mengkilap dari Mobil Mengkilap
Peluang baru usaha cuci mobil panggilan

Usaha cuci mobil panggilan mulai berkembang. Menghitung potensi pasarnya yang cukup besar dan pemainnya masih sedikit, usaha ini cukup menarik buat Anda jajal. Atau, jadikan saja sebagai bisnis sampingan. Apalagi, modalnya hanya beberapa juta rupiah.

Pasar otomotif boleh saja lesu, namun bisnis di seputar otomotif tetap bergulir kencang. Maklum, di jalanan kini jutaan unit mobil sibuk berseliweran. Mobil-mobil itu tentu terus membutuhkan suku cadang, perawatan, dan tentu saja jasa pencucian mobil.

Usaha pencucian jelas bukan hal baru. Pelaku usaha ini pun tak terhitung jumlahnya. Mulai yang membuka usaha cuci mobil kelas pinggir jalan sampai yang memakai mesin pencuci otomatis alias car wash machine. Umumnya, usaha pencucian mobil ini menerima mobil-mobil yang datang ke tempat pencucian itu untuk dibikin mengkilap.

Nah, kini ada pengembangan bisnis cuci mobil yang terbilang baru: usaha cuci mobil panggilan. Enaknya, usaha ini tidak butuh modal besar seperti umumnya usaha pencucian mobil biasa. Cukup beberapa juta rupiah saja, usaha ini bisa jalan. Sebab, usaha baru ini memang tidak membutuhkan modal besar untuk sewa tempat dan membangun sarana pencucian kendaraan.

Dari namanya saja sudah kebayang bagaimana usaha ini dijalankan. Si pelanggan tidak perlu repot atau terjebak macet saat mengantar mobilnya yang kotor ke lokasi pencucian. Cukup memanggil si tukang cuci mobil ke rumah, kantor, atau ke mana pun mobil Anda berada. Tak lama, cling… mobil Anda pun sudah mengkilap berkat si tukang cuci mobil panggilan.

Nah, usaha inilah yang sekarang dilakoni Q-lap, yang bermarkas di perumahan Bumi Serpong Damai (BSD). Bobby Wiyono, pemilik Q-lap yang mengawali bisnis cuci mobil panggilan, mengakui bahwa ide awal usahanya yang baru berumur tiga bulan ini bukan seratus persen berasal dari dirinya. “Idenya saya dapat dari Pak Cuci, “ungkap Bobby.

Pak Cuci ini adalah nama panggilan untuk seorang tukang cuci keliling yang beroperasi di sekitar perumahan Bintaro. Pak Cuci ini memakai sepeda sebagai sarana berkeliling perumahan. “Melihat Pak Cuci, otak bisnis saya langsung berputar,” tuturnya.

Kebetulan, Bobby melihat perumahan di kawasan Bintaro tidak begitu berbeda dengan kawasan tempat tinggalnya di BSD, tepatnya Kencana Loka. Malah ia melihat, karakter perumahan BSD yang banyak berbentuk klaster -yang membuat malas penghuni keluar rumah- bisa menjadi potensi bisnis yang menjanjikan. “Akhirnya, saya memberanikan diri membuka usaha ini,” ujarnya.

Pasar utamanya adalah perumahan kelas atas

Anda tertarik ikutan menjajal usaha ini sebagai usaha sampingan? Tentu kita bisa belajar dari pengalaman Bobby. Langkah pertama yang Bobby kerjakan adalah mengubah sedikit konsep cuci panggilan Pak Cuci. Kali ini Bobby tidak memakai sepeda sebagai sarana berkeliling di perumahan pelanggan. Dia mengganti sepeda dengan sepeda motor untuk menghela gerobak berisi perlengkapan cuci mobil. Untuk menghemat modal, dia tidak menggunakan motor baru, tapi cukup motor bekas yang kemudian digandeng dengan gerobak berukuran 1 m x 1,5 m.

Bobby kemudian pergi ke bilangan Kota, Jakarta, untuk mencari beberapa perlengkapan cuci mobil. Sebutlah motor penggerak berbahan bensin (steam) dan alat penyedot air (power sprayer), gentong air berikut perlengkapan lainnya. Total, untuk memulai bisnis sampingannya ini Bobby mengeluarkan modal tak sampai Rp 5 juta.

Setelah semua alat kerja siap, langkah selanjutnya adalah mencari pekerja alias tukang cuci. Bobby sengaja memilih tenaga pencuci dari lingkungan sekitar yang putus sekolah dan mau bekerja. Akhirnya, ia mendapat dua tenaga pencuci yang menjadi andalan Q-lap.

Sebelum beraksi di lapangan, Bobby menyuruh kedua pegawainya berkunjung dan mencermati cara kerja di tempat cuci mobil serta motor. Selanjutnya, Bobby menyuruh kedua tenaga ini untuk mencuci kendaraan milik Bobby sendiri. “Kalau ada yang salah, saya bilangin,” katanya.

Selain keterampilan pekerja, menurut Bobby, kunci sukses bisnis ini memaksimalkan kinerja tukang cuci. “Idealnya, satu kendaraan itu dicuci setengah jam dan bukan satu jam,” katanya. Ini penting diterapkan supaya jumlah kendaraan yang bisa dicuci bisa semakin banyak tanpa melupakan kebersihan kendaraan.

Setelah kedua pekerjanya siap, Bobby pun mulai memperkenalkan jasa cuci mobilnya dengan cara menyebar brosur. Hasilnya, pada hari pertama, ada 4 pelanggan yang minta dicucikan mobilnya.

Segera layanan Q-lap mulai dikenal luas di kawasan BSD. Maklum saja, di rumah mana pun Q-lap beraksi, biasanya para tetangga sebelahnya bakal menonton. Tak hanya nonton, sebagian mereka akhirnya ngobrol, ” Ujung-ujungnya, mereka ikut-ikutan cuci mobil juga, deh,” ujar Bobby. Orang-orang tak segan mencoba, lantaran Bobby memasang tarif standar untuk jasa cuci Q-lap, yakni Rp 12.000 untuk mobil, dan Rp 5.000 untuk motor.

Tiga bulan sejak usaha ini dimulai, kini Q-lap meladeni minimal 20 order pencucian mobil saban minggunya. Hampir 90% panggilan ini datang dari satu kawasan di BSD, yakni Taman Chrysant. “Yang ramai kalau hari Sabtu dan Minggu,” tuturnya.

Tidak spektakuler, memang. Namun, melihat usaha sampingan yang dikelolanya sambil lalu ini ternyata terus berkembang, Bobby pun mulai serius mengembangkannya. “Tadinya saya tidak berhitung tentang balik modal, tapi saya berencana segera mengutak-atiknya,” ujarnya. Yakin pasarnya masih begitu besar dan prospek usaha ini sangat menjanjikan, pengusaha kontraktor telekomunikasi dan penyewaan mobil ini tengah bersiap melakukan ekspansi usahanya ke kawasan perumahan lain.

+++++

Sudah Ada yang Mengendus

Ada kendala pada sepeda motor plus gerobak cuci motor ala Q-lap, usaha rintisan Bobby Wiyono. Spesifikasi kendaraan ini rawan kena razia polisi. “Bentuk kendaraan ini belum ada izinnya,” ucap Bobby. Walhasil, jangkauan wilayah operasi Q-lap pun jadi terbatas, yakni Kencana Loka-Bumi Serpong Damai dan sekitarnya saja. Padahal, BSD terbilang perumahan yang punya potensi pasar menjanjikan dengan banyaknya klaster yang ada maupun yang mulai berpenghuni.

Toh, Bobby tidak berputus asa. Ia berencana memperluas jangkauan pasarnya ke seluruh BSD hingga Alam Sutera. “Saya mau menambah dua kendaraan cuci keliling lagi,” timpalnya. Supaya kendaraannya aman berlalu lintas, Bobby bakal membeli kendaraan roda tiga merek Fukuda seharga Rp 10 juta-Rp 12 juta. “Malah, ada toko yang sudah menyediakan Fukuda berikut peralatan cuci segala,” tuturnya.

Saat menyambangi sebuah toko di bilangan Kota, dua Fukuda plus seperangkat alat cucinya sudah ada pemesannya. “Kalau tidak salah untuk wilayah Bandung, “tuturnya. Seorang teman Bobby pun kini bersiap membuka usaha ini di wilayah Pamulang, Ciputat. Nah, ternyata sudah mulai merebak, lo. Mungkin lebih menarik lagi kalau usaha ini menyediakan pula servis dan penggantian suku cadang ringan, di samping jasa cuci.

Markus Sumartomdjon

Tabel simulasi perhitungan bisa di donlod di SINI

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , , , .

Menjajal tawaran waralaba Bakso Kota Cak Man Mengukur peluang usaha jualan pulsa ponsel

16 Komentar Add your own

  • 1. Iwan  |  April 12, 2008 pukul 4:19 am

    Lebih bagus lagi kalau pake mobil pick up

    Balas
  • 2. abie_imoet  |  Mei 5, 2008 pukul 2:12 pm

    u hav a great idea.
    success 4 u

    Balas
  • 3. surya  |  Agustus 23, 2008 pukul 8:08 am

    pak air buat cuci motorny pakai air pelanganny sendri y? trus tpmt air ukuranny berapa?

    Balas
  • 4. fathur  |  Oktober 23, 2008 pukul 7:58 pm

    masa sekali cuci mobil cuma 12.000 p? g kemurahan tu? kan perlu dana buat uang bensin juga

    Balas
  • 5. rinto-batam  |  November 23, 2008 pukul 3:57 pm

    Jd penasaran nih ama jawaban pertanyaannya bang surya (3)…ayo dijawab bro..

    Balas
  • 6. tyas  |  Januari 20, 2009 pukul 5:41 am

    pak,kalo dikakarta mungkin ada peminatnya krn macet,, tapi kalo kyk jogja,smg,sby apa iya bisa dijalankan ya?
    please dibls ya bagi yang membaca,, untuk sekedar sharing aja

    Balas
  • 7. yulius  |  Januari 27, 2009 pukul 3:27 am

    mantaps ane juga pengen bikin,
    boleh juga tuh ….
    untuk kebutuhan air dan listrik caranya bagaimana ya?
    ada yg mau kasih saran?

    Balas
  • 8. arimby  |  Maret 2, 2009 pukul 12:24 pm

    bole juga ni…
    truz alatnya pa ja n gimana cara kerja alatnya.
    trima kasih…

    Balas
  • 9. panker  |  Maret 16, 2009 pukul 4:19 am

    Minta file simulasi perhitungannya dong mas.. linknya udah expired tuh..

    thanks ya

    Balas
  • 10. soqib  |  April 3, 2009 pukul 6:59 am

    pak air buat cuci motorny pakai air pelangannya sendri y? peralatannya apa aja…????

    Balas
  • 11. herry  |  April 5, 2009 pukul 2:38 pm

    hallo kage, tukar link ya …,kebetulan saya jual tabung snow wash nya nih jadi cocok sama artikel ini. blog kage udah saya input tuh…
    silahkan di cek di blogspot saya. thx berat ya

    Balas
  • 12. eddy pramono  |  Mei 14, 2009 pukul 8:39 am

    good idea

    Balas
  • 13. Dewi wirayuda  |  Mei 21, 2009 pukul 5:57 pm

    Wah..ide brilian bgt,pelayanan jasa cuci mobil ke rumah-rumah.keebetulan,saya ingin buka usaha cuci mobil yg tidak merogoh kocek terlalu dalam.

    Balas
  • 14. and  |  Juli 15, 2009 pukul 3:13 am

    Wah ide yang sangat bagus tuh. trus beli alatnya dimana ya?
    mohon alamat penjual alatnya.

    Semoga usaha bapak berjalan lancar dan berkembang terus.

    terimakasih.

    Balas
  • 15. meli  |  Mei 22, 2011 pukul 10:01 am

    berapa nomor telpon q-lap?

    Balas
  • 16. abenk  |  Desember 15, 2012 pukul 3:41 am

    air dan listriknya diambil dari tempat konsumenkah?? apakah proses pencuciannya termasuk karpet dalam mobil dan sedot debu juga atau cuci luar saja?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

Add to Technorati Favorites