Menjajal tawaran waralaba Bakso Kota Cak Man

April 2, 2008 at 12:02 am 6 komentar

WARALABA
Tabloid KONTAN No. 10, Tahun X, 12 Desember 2005

Bakso Malang Penebar Untung
Menjajal tawaran waralaba Bakso Kota Cak Man

Sukses di Malang, tempat asalnya, Bakso Kota Cak Man menawarkan waralaba di kota-kota lain. Cak Man, si pemilik waralaba, akan turun langsung untuk memastikan terwaralaba berjalan lancar. Maka, dengan modal sekitar Rp 100 juta, terwaralaba bisa menikmati laba bersih sekitar 20% dan balik modal dalam setahun.

Berkunjung ke Malang, Jawa Timur, rasanya kurang lengkap kalau tak mencicipi bakso khas kota apel ini. Ada banyak bakso legendaris di sini. Sebut saja Bakso Stasiun dikawasan stasiun Malang dan Bakso President yang umurnya sudah puluhan tahun. Tapi, jika benar-benar hendak menjajal kenikmatan bakso asli Malang, biasanya arek Malang dan pendatang tak akan melewatkan Bakso Kota, atau yang lebih dikenal dengan nama Bakso Cak Man.

Abdurahman Toekiman, pemilik sekaligus pendiri Bakso Kota, barangkali tak mengira usahanya bakal sesukses sekarang. Hampir 25 tahun silam, ketika dia meninggalkan tanah kelahirannya Trenggalek, dan merantau ke Malang, niatnya hanya memperpanjang hidup. Berawal dari ikut jualan pada juragan bakso, tak sampai lima tahun, lelaki yang akrab disapa Cak Man itu sudah bisa menyewa tempat dan punya gerobak sendiri. Setelah beberapa kali berpindah lokasi gara-gara diusir tramtib, dari sebuah garasi rumah, Bakso Kota kini sudah memiliki enam gerai di Malang.

Ada yang khas dari bakso buatan Cak Man. Umumnya, kiblat jagat bakso adalah Solo. Bakso Solo umumnya terdiri dari bulatan bakso kasar atau halus, mi kuning atau putih, dan kuah segar. Nah, Cak Man justru merintis kiblatnya sendiri. Bakso buatannya bukan cuma berisi bakso dan mi, melainkan juga bakwan, paru, ati, tahu, siomay, usus ayam, telur, bahkan lontong. “Sampai saat ini, saya sudah memiliki 14 macam produk pengisi mangkuk yang bisa dipilih sendiri oleh pelanggan,” jelasnya. Oh, ya, Anda cukup bayar menu yang Anda pilih. Kuah baksonya gratis.

Sukses di Malang, setahun terakhir, Bakso Kota mulai merambah ke kota-kota lain. Dimulai di Jakarta dan sekitarnya, belakangan gerai bakso ini merangsek ke Jogja, Kediri, dan terakhir Samarinda. Pengembangan bisnis di luar Malang ini menawarkan sistem waralaba (franchise). “Dengan keuntungan kotor 40% dari omzet, investor bisa balik modal paling lama dua tahun,” ungkapnya.

Untuk menjadi terwaralaba, Anda harus menyetor franchise fee Rp 50 juta selama lima tahun. Plus, sediakan pula modal awal sekitar Rp 50 juta. Selebihnya, setelah kedai bakso buka, maka terwaralaba harus setor royalty fee 5% dari omzet.

Selain persyaratan duit, ada beberapa persyaratan penting lain yang ditetapkan lelaki lulusan SD itu. Salah satu syarat utama adalah mitranya harus muslim. “Saya ingin menjamin bakso saya tetap halal,” ujarnya.

Selain itu, Cak Man akan turun langsung untuk mengecek kelayakan si terwaralaba. Mulai dari menyurvei kelayakan lokasi usaha, memeriksa kondisi pasar, pasokan bahan baku, dan pesaing terdekat. Soal pasar, Cak Man akan menolak jika terwaralaba ingin membidik satu segmen tertentu, misalnya mahasiswa. Ini akibat pengalamannya dulu saat membuka Bakso Kota di kawasan kampus. Belakangan gerai itu tutup karena merugi. “Dari hitungan hari dan waktu efektif untuk jualan sama sekali tak memungkinkan,” jelasnya.

Jika semua kriteria sudah terpenuhi, barulah Cak Man bersedia menerima permohonan si terwaralaba. Kata Cak Man, dia sengaja membuat persyaratan yang ketat dan turun langsung mengecek karena tak ingin gerai terwaralaba kelak merugi. “Saya tak ingin mengecewakan mitra. Kerja sama kita harus membuahkan hasil yang bagus,” tandasnya.

Meracik rasa sesuai dengan lidah setempat

Untuk mempertahankan kualitas Bakso Kota sesuai dengan aslinya, Cak Man menempatkan karyawannya untuk bagian produksi. Tugas mereka adalah belanja bahan baku dan mengolah bahan baku. Untuk daging sapi bahan bakso, misalnya, Cak Man menentukan spesifikasi tersendiri dan langsung berhubungan dengan pemasok setempat. “Untuk membuat bakso yang enak, dagingnya harus diambil dari daging sapi tertentu dan harus segar,” jelasnya. Dari hasil survei langsung, Cak Man juga bakal meracik rasa khusus untuk kuah bakso sesuai dengan lidah dan selera setempat.

Keperluan belanja semua bahan baku memang ditanggung terwaralaba. Lewat orangnya, Cak Man hanya memastikan hasil olahan baksonya harus sesuai dengan standar Bakso Kota. Untuk bumbu kuah, terwaralaba harus membeli langsung ke Cak Man. “Kami akan memasok racikan bumbu jadi dengan resep khusus. Mitra tinggal mencampurnya dengan air sesuai dengan takaran,” tuturnya. Untuk menjaga keteraturan pasokan, Cak Man mewajibkan mitra untuk menyetor deposito 60% dari harga bumbu. “Jumlahnya kecil, kok. Rp 100.000 bisa untuk sebulan,” ungkapnya.

Harga per item isi mangkuk memang beragam. “Tergantung dari biaya bahan baku dan besar kecil investasinya,” kata Cak Man. Untuk menjamin supaya produknya tak dianggap kemahalan oleh konsumen, Cak Man bersama mitranya akan menentukan besaran harga per item-nya. “Kita tak ingin pengembalian investasi lambat gara-gara harga bakso terlalu murah,” tuturnya. Yang pasti, harganya bervariasi dari Rp 500 sampai Rp 12.000 per item. “Harga sebesar itu bisa menjangkau dari pelajar, mahasiswa, sampai karyawan,” katanya.

Risiko usaha waralaba Bakso Kota ini, menurut Gatot Sujono, yang dipasrahi mengurusi manajemen waralaba, hampir tak ada. “Nama produk Bakso Kota sudah cukup kuat. Setiap produk baru yang dibuat bakal diterima pasar,” ungkapnya. Dengan asumsi margin kotor yang didapat 40%, dari pengalaman selama ini, untung bersihnya bisa mencapai 20%.

Lantas, apa bukti waralaba ini menguntungkan? “Ada mitra yang selama ini sudah mengambil hak waralaba mengajukan lagi untuk di tempat lain,” jelasnya.

Salah satu yang telah mengenyam untung dari waralaba ini adalah PT Kharisma Datayu Raya yang punya gerai di Plaza Semanggi. Dengan modal awal sekitar Rp 100 juta, setelah 10 bulan berjalan, target balik modal di tahun pertama tampaknya bakal tercapai. “Porsi Bakso Kota ini bisa untuk semua umur,” puji Ardantya Syahreza, Presiden Direktur PT Kharisma Datayu Raya.

Dalam waktu dekat, Ardantya bakal membuka satu gerai lagi di Cibubur Junction. “Saya yakin, lidah kita tak pernah bohong. Walaupun ada makanan impor, tetap saja doyan makanan lokal,” tandasnya. Tantangannya: sesama makanan lokal pun bersaing ketat, Cak!

+++++

Bakso Kota dari Orang Desa

Nama Bakso Kota, yang dipilih Abdurahman Toekiman untuk usahanya, menggambarkan perjuangannya sebagai orang desa yang sukses di kota. Lahir di Trenggalek, Jawa Timur, Cak Man, begitu nama bekennya, pertama kali merantau ke Malang sebagai penjaja bakso pikulan. Lantaran juragannya bangkrut, Cak Man dititipkan ke juragan lain. Bedanya, sekarang dia membawa gerobak bakso dorong. Dari juragan kedua ini, Cak Man menggali seluk-beluk berbisnis bakso, mulai dari belanja dan memilih bahan baku sampai meracik bumbu.

Keinginan untuk mandiri mulai terpupuk. Tiga tahun bekerja pada juragan bakso, Cak Man memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan modal awal Rp 77.000. Tahun 1984, dia menyewa tempat jualan bakso yang ditinggalkan pemiliknya. Setelah beberapa kali berpindah tempat, dalam dua tahun, Cak Man sudah memiliki 12 gerobak bakso.

Nama Bakso Kota semakin mengharum. Maka, sejak 1990, Cak Man mulai membuka beberapa gerai di Malang. Kini, setelah 25 tahun berdagang bakso, Cak Man mulai menyebar wangi gerai baksonya ke kota lain.

Bagus Marsudi

Tabel simulasi perhitungan bisa di donlod di SINI

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , , , , , , .

FITNA dan LOA Peluang baru usaha cuci mobil panggilan

6 Komentar Add your own

  • 1. Imelda  |  Juni 1, 2008 pukul 4:26 pm

    Hi,

    Saya orang indon yg mau membuat bisniss bakso cak-man di Malaysia.

    berapakah modal dan macam manakah saya boleh menerima produknya masih segar?

    Ataupun, bolehkah saya membeli resipi anda?

    Imelda

    Balas
  • 2. cakman  |  Juni 19, 2008 pukul 7:44 am

    saya rasa prospek bakso kota di malaysia sangat bagus, untuk keterangan lebih lanjut bisa melihat website kami http://www.bakso-cakman.com atau 081334515519

    Balas
  • 3. dirga  |  Februari 15, 2009 pukul 1:12 pm

    apakah digerai bakso cakman masih ada lowongan.aku bisa masak bakso solo.kalau boleh tahu gajinya berapa ?

    Balas
  • 4. sri mulyani  |  Februari 26, 2009 pukul 10:10 am

    Saya tertarik dg bisnis ini. Yg ingi kami ketahui lebih lanjut untuk Bangunan fisik dan peralatan serta SDM siapa yg menyediakan. Dengan modal 50 jt apakah terwaralaba tahu jadi atau harus usaha persiapan sendiri

    Balas
  • 5. sri mulyani  |  Februari 26, 2009 pukul 10:11 am

    Oh ya apakah saya bisa dikirimi simulasi perhitungan waralaba maupun untung ruginya . Thanks

    Balas
  • 6. faris  |  Agustus 22, 2012 pukul 12:29 pm

    saya penggemar bakso kota cak man, apakah ada franchise untuk ukuran yang lebih kecil ( bukan resto) ?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

Add to Technorati Favorites