Menjajaki tawaran waralaba warnet Kubus

Maret 23, 2008 at 12:37 am 11 komentar

WARALABA
Tabloid KONTAN No. 36, Tahun X, 12 Juni 2006

Mengakses Peluang di Jalur Padat
Menjajaki tawaran waralaba warnet Kubus

Di tengah ketatnya persaingan bisnis warnet, Kubus berani menawarkan waralaba. Sukses berkat kejeliannya memilih lokasi dan menyediakan layanan yang pas dengan pasar, warnet asal Bandung ini yakin bisnisnya masih amat menjanjikan.

Aduh, jangan langsung pesimistis dulu begitu mendengar bisnis warung internet alias warnet. Ya, dia memang bukan barang baru. Bisnis ini pun tidak segemerlap tahun 1999-2000 yang merupakan masa-masa keemasannya. Ketatnya persaingan membuat banyak warnet yang akhirnya gulung kabel lantaran tak kuat menahan rugi.

Tapi, tak bisa pula dipungkiri, bisnis yang menjadi ikon dunia modern ini tidak pernah benar-benar mati. Di antara gelimpangan warnet-warnet yang tutup, cukup banyak pula warnet yang bertahan. Bahkan, sebagian berkembang pesat dan terus membuka cabang.

Salah satu pemain yang masih mencicipi manisnya usaha warnet adalah Kubus, perusahaan warnet asal Bandung. Di saat para pesaingnya berguguran, pengunjung Kubus malah terus beranak pinak. Saat ini Kubus memiliki 5 cabang. Semuanya masih berlokasi di Bandung dan sekitarnya, yakni di Setiabudi, Jatinangor, Suci, Dago, dan Ciumbuleuit.

Hebatnya, setiap gerai Warnet Kubus nyaris tak pernah sepi pengunjung. Selidik punya selidik, salah satu daya tarik yang menyedot pengunjung ke warnet ini adalah tambahan layanan game online. Dengan tambahan layanan itu, omzet setiap cabang Kubus telah naik 30%-40% dari target awalnya yang sebesar Rp 45 juta per gerai per bulan.

“Sudah tiga tahun ini, total omzet kami rata-rata mencapai Rp 3 miliar per tahun, “ungkap Dedi Wahyudi, Investor Relation CV Agni Biru, pemegang merek dagang Kubus. Adapun total asetnya di tahun 2005 mencapai Rp 1,6 miliar. Angka yang lumayan besar untuk warnet yang memulai bisnisnya dari sebuah perusahaan rental komputer kecil.

Percaya diri dengan resep bisnisnya, kini warnet Kubus mulai menawarkan peluang waralaba bagi para investor yang tertarik menjalani bisnis warnet ini. Syaratnya standar saja: sediakan modal dan lokasi yang bagus. Selain itu, “Calon mitra juga harus benar-benar niat menjalankan bisnis ini. Kami tidak ingin sembarangan orang memakai brand kami,” kata Dedi.

Lokasi yang ramai saja tak cukup

Ada tiga paket waralaba Kubus. Kategori I, terwaralaba harus menyediakan ruang usaha seluas 100 m2 yang bisa memuat 40-50 unit komputer. Franchise fee-nya Rp 40 juta, dan modal awalnya sekitar Rp 250 juta-Rp 350 juta.

Kategori II, seluas ruangnya 120 m2. Modal awalnya sekitar Rp 450 juta-Rp 500 juta. Selain untuk membayar franchise fee Rp 60 juta, dana ini juga untuk membeli 60-70 unit komputer serta perlengkapan gerai lainnya.

Kategori III, luas ruangnya minimal 150 m2, dengan modal awal sekitar Rp 650 juta. Selain untuk membayar franchise fee Rp 80 juta, modal itu juga untuk membeli berbagai peralatan dan perlengkapan gerai, termasuk 80 unit komputer.

Berdasarkan pengalaman Kubus, kunci sukses di bisnis ini adalah lokasi yang pas. Karena itu, Kubus sangat ketat soal penentuan lokasi terwaralaba ini. Menurut Dedi, lokasi yang ramai saja tak cukup. Misalnya, daerah niaga juga ramai, tapi tak kelewat bagus untuk warnet lantaran kawasan itu cuma ramai pada jam-jam tertentu.

Begitu pula dengan lokasi yang berada di jalan arteri atau by pass tidak cocok untuk membuka warnet. Sebab, yang melewati jalan tersebut kebanyakan orang-orang yang mobilitasnya tinggi dan terburu-buru. “Sedangkan Kubus mengharapkan pelanggannya bersantai di warnet,” ujarnya.

Maka, selain ramai dan memiliki akses yang bagus, Dedi menandaskan lokasi warnet juga harus dekat dengan pasar yang hendak disasar. Misalnya, berdekatan dengan kampus, sekolah, atau ada permukiman. “Jadi, kalau di dekat daerah niaga tersebut ada perumahan, mungkin bisa dipertimbangkan,” tambahnya.

Selain lokasi yang tempat, gerai warnet juga harus memiliki lahan parkir yang memadai. “Tempat parkir minimal bisa menampung lima mobil,” cetus Dedi.

Setelah menemukan lokasi yang pas, baik itu sewa atau milik sendiri, tahap selanjutnya adalah merenovasi ruang sesuai standar Kubus. Setiap gerai, kata Dedi, harus menyediakan ruang ber-AC dan ruang yang tidak ber-AC, bagi yang ingin nge-net sambil merokok.

Dan yang paling penting, gerai warnet harus didesain sedemikian rupa agar menjadi tempat nongkrong yang nyaman. Terwaralaba tak usah pusing soal ini, sebab perawalaba sudah menyiapkan desain yang menurut mereka pas. Terwaralaba tinggal memilih kontraktor sendiri, atau bisa juga menggunakan kontraktor yang disediakan pewaralaba.

Dalam renovasi ruang ini, menurut Dedi, jika terwaralaba sudah memiliki mebel yang memadai, mereka tak perlu keluar biaya lagi untuk membeli furnitur baru. Dengan begitu modal yang harus dikeluarkan bisa ditekan. Tapi, seandainya investor ingin terima beres, “Komputer, dekorasi ruangan, dan lainnya kami yang menyediakan, “ujar Dedi.

Bisa aktif, bisa pasif

Langkah selanjutnya adalah mencari karyawan untuk menjalankan warnet. Idealnya, di satu warnet minimal ada tujuh orang karyawan. Satu sebagai manajer, tiga orang operator plus kasir, satu orang maintenance, dan dua orang office boy. Karyawan-karyawan tersebut akan mendapatkan pelatihan yang diberikan oleh pewaralaba sebelum mulai menjalankan bisnis.

Kalaupun investor kesulitan menemukan karyawan, terutama yang level manajer, maka pewaralaba akan membantu dengan menempatkan orangnya di sana. Waralaba dengan sistem ini biasa disebut waralaba pasif.

Tentu saja bantuan dari pewaralaba tersebut tidak gratis. Investor harus membayar royalty fee sebesar 5% dari omzet. Selain itu, terwaralaba pasif harus membagi laba bersihnya dengan pewaralaba. Pembagiannya 75% untuk terwaralaba dan 25% untuk pewaralaba. Sementara itu, terwaralaba aktif yang mengoperasikan sendiri gerainya cukup membayar royalti 5% per bulan.

Nah, kalau semua berjalan lancar, investor tinggal menunggu modalnya kembali. Dedi memperkirakan, modal investor bisa kembali dalam jangka waktu 10-20 bulan. “Kondisi terburuk modal kembali dalam 25 bulan,” kata dia. Itu dengan asumsi warnet beroperasi 8 jam sehari. Padahal, warnet Kubus buka 24 jam sehari, lo.

Harris Hadinata

Tabel simulasi perhitungan bisa di donlod di SINI

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , , , .

Mencermati tawaran waralaba Javanet Café Mencicip tawaran waralaba Bakmi Tebet dan Langgara

11 Komentar Add your own

  • 1. hery purwanto  |  Juli 1, 2008 pukul 5:32 am

    aku serang PNS
    pingin punya usaha Warnet di Wilayah Bojonegoro Jatim
    Apakah anda bersedia kerjasama dengan kami. Kami serius dan berdedikasi ingin menciptakan peluang dan usaha di lura gaji.Terimakasih

    Balas
  • 2. Adi Putera  |  Agustus 13, 2008 pukul 2:02 am

    saya mahasiswa ingin menjalankan usaha warnet di Batam,
    apakah saudara bersedia bekerjasama untuk membangun usaha tsb? Thx

    Balas
  • 3. ABU HAPSIN  |  September 1, 2008 pukul 4:17 pm

    Saya wiraswasta di Brebes.Kami tertarik ingin buka usaha Warnet di Brebes.Kebetulan di daerah Brebes sedang mulai berkembang bisnis warung Internet.Bersediakah saudara survey ke daerah kami.

    Balas
  • 4. yoyok  |  September 14, 2008 pukul 2:24 pm

    saya rasa untuk membuka usaha warnet dibutuhkan bukan hanya dana pastinya, tapi SDM yang menjamin bahwa sebuah bisnis yang kita jalani bisa bertahap menjelajahi perubahan, baik dari segi financial,services,bisnis dll. butuh keberanian untuk membangun usaha,,,klu Anda berani kesuksean juga berani mendekati Anda. sukses….

    Balas
  • 5. Faisal  |  September 28, 2008 pukul 6:19 pm

    Terima kasih untuk mas Kage yang udah muat profil waralabanya Kubus.
    Perkenalkan, saya Faisal. Saya adalah salah satu pendiri CV. Agni Biru yang memengang merk Kubus.
    Bagi teman-teman yang berminat untuk berbisnis warnet, bisa tinggalkan nomor telpon atau alamat email yang bisa saya hubungi di: 081265188119 atau faisal@biru.co.id. Saya akan dengan senang hati berbagi pengalaman dengan anda.

    Terima kasih

    Balas
  • 6. john  |  November 20, 2008 pukul 4:01 pm

    sy berminat utk berbisnis warnet,mungkin anda dapat membantu dlm mendirikan warnet dan kira butuh modal berapa utk menjalan kan warnet dgn 12 komp aja,ini email sy

    Balas
  • 7. john  |  November 20, 2008 pukul 4:02 pm

    sy berminat utk berbisnis warnet,mungkin anda dapat membantu dlm mendirikan warnet dan kira butuh modal berapa utk menjalan kan warnet dgn 12 komp aja,ini email sy thesia_kennedy@yahoo.com

    Balas
  • 8. esti  |  Desember 23, 2008 pukul 3:35 am

    saya sedang menjajaki prospek utk membuka warnet (+game center). bisa bantu forecast utk modal dan prosedur dan kebutuhan lain nya (rencana pemasangan 10-15unit).
    tq – esti.slamet@gmail.com

    Balas
  • 9. wito  |  Januari 4, 2009 pukul 3:31 pm

    kasih prosedur buka warnet yang taraf menengah,g gede2 amat
    thx’z

    Balas
  • 10. Edo  |  Januari 11, 2009 pukul 5:40 am

    Saya sudah menjalankan bisnis warnet sejak akhir juli 2008
    sejalan dng perkembangan dan meningkatnya biaya operasional tetapi pemasukan tetap, bagaimana cara untuk menaikan tarip per jam-nya sedangkan warnet lain masih bermain di tarip tsb ?
    sulitnya lagi, karena latar belakang modal yg bervariasi, sehingga warnet2 sulit diajak berkompromi dng tarip yg seragam.
    Mau meningkatkan fasilitas dan pelayanan (seharusnya), sikap pelanggan tetap pada tarip yg murah.
    Merubah sistem tarip dari per menit ke 10 menit saja agar mengganggu, tapi lama kelamaan biasa saja …. kami beralasan kesulitan mencari uang receh ratus rupiah utk kembalian hehehe

    Balas
  • 11. rifki  |  Juni 25, 2009 pukul 1:40 pm

    aq pengen buka warnet+multiplayer game. misalnya 12 unit kira2 butuh dana berapa ya?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kategori

Add to Technorati Favorites