Menjajal waralaba toko satu harga Valu$

Maret 5, 2008 at 12:42 am 2 komentar

WARALABA
Tabloid KONTAN No. 9, Tahun IX, 6 Desember 2004

Jualan Kelontong Gocengan
Menjajal waralaba toko satu harga Valu$

Peluang bisnis toko satu harga terbuka lebar di daerah-daerah luar Jawa. Caranya mudah: menjadi terwaralaba Valu$. Modalnya memang besar, tapi untungnya lumayan gede dan bisa balik modal dalam dua tahun.

Ambil piring ke dalam keranjang belanjaan, harganya Rp 5.000. Angkut pula mangkuk, gelas, vas bunga, kemoceng, boneka, botol, setoples, hingga kacang bali; harga ecerannya sama saja: Rp 5.000 alias goceng. Ada juga barang yang lebih mahal, dipatok seharga Rp 10.000 atawa ceban. Harga yang seragam dan murah itulah yang menjadikan toko-toko satu harga mampu merangsang nafsu belanja, khususnya konsumen kelas menengah bawah.

Tak heran, kian banyak orang yang tertarik membuka usaha toko satu harga di mal ataupun pusat perbelanjaan. Pasarnya, yakni kelas menengah bawah, amatlah besar. Dari pengamatan KONTAN, toko-toko satu harga yang masuk jaringan Valu$-salah satu pemain terbesar di Indonesia-mampu meraup pendapatan lumayan besar. Rata-rata satu gerai mereka di Pulau Jawa ini omzetnya mencapai Rp 250 juta hingga Rp 500 juta sebulan.

Anda tertarik pula memiliki toko satu harga macam ini? Untuk daerah Jakarta atau kota-kota besar di Jawa, pemainnya memang sudah banyak. Tapi, bagi Anda yang berada di luar Jawa, apalagi di daerah yang belum ada toko satu harganya, masih terbuka peluang ikut bermain di bisnis ini. “Peluang bisnis toko satu harga di luar Jawa masih amat bagus. Khususnya di daerah penghasil kelapa sawit dan minyak bumi,” kata Surjanto Hermanto, General Manager PT Valu Trada Indonesia, pemegang master franchise Valudollar alias Valu$ yang asli Singapura.

Cara termudah menjajal bisnis ini adalah menjadi terwaralaba seperti yang ditawarkan PT Valu Trada alias Valu$. Sejak masuk ke Indonesia tahun 2000, kini Valu$ sudah berbiak menjadi 60 gerai (15 merupakan waralaba) dan tersebar di berbagai kota besar. Selain di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, gerainya juga ada di Bandung, Cirebon, Tegal, Purwokerto, Jogja, Solo, Semarang, Pekan Baru, Batam, Balik Papan, dan Samarinda.

Dengan menjadi terwaralaba, Anda tak perlu pusing dan sibuk mencari pasokan barang yang harus terus berganti jenis dan modelnya. Sebab, pewaralabalah yang akan memasoknya untuk Anda. “Hampir setiap minggu ada barang dagangan baru,” ujar Surjanto. Oh, ya, barang dagangan di gerai Valu$ itu sebagian diimpor dari India, Thailand, Malaysia, Vietnam, China, dan Hongkong. Sebagian lagi adalah produk lokal. Selain itu, sebagai terwaralaba Anda bisa menyandang nama besar Valu$. Dan, tentu saja akan mendapatkan berbagai pelatihan dari mereka.

Semua kemudahan dan fasilitas itu memang harus Anda bayar. Valu$ mematok franchise fee sebesar US$ 10.000 atau sekitar Rp 90 juta untuk kerja sama selama lima tahun. Selain itu, kendati gerai Valu$ menjual barang dengan harga serba-goceng, Anda harus menyediakan dana investasi yang cukup besar, lebih dari Rp 1 miliar (simak Hitung-hitungan Waralaba Valu$).

Di luar itu, terwaralaba juga harus menyetorkan dana sebesar Rp 100 juta sebagai deposit kepada pewaralaba. Deposit ini akan dikembalikan bila kontrak waralaba berakhir. Selama kontrak berlangsung, terwaralaba akan menerima bunga atas deposit itu. “Bunganya 2% di bawah bunga deposito bank. Yang 2% itu kami ambil untuk biaya administrasi,” jelas Surjanto.

Butuh pengelolaan yang serius

Laiknya bisnis waralaba, pewaralaba Valu$ juga menarik royalty fee (8%) dari terwaralabanya. Cuma, Valu$ hanya menarik royalti bila terwaralaba berhasil mencapai target penjualan. “Target penjualan ditetapkan tim franchise setelah melihat situasi sebuah gerai, dan besarnya berbeda-beda setiap gerai,” beber Michael Susanto, terwaralaba Valu$ di Cirebon dan Tegal.

Bila gagal mencapai target, terwaralaba tak perlu membayar royalti. Tapi, bila melebihi target, royalti baru dibayarkan. Itu pun hanya dikenakan atas selisih omzet yang diperoleh dengan target omzet. “Dengan cara ini, pewaralaba dituntut membantu terwaralaba agar bisa mendapat royalti,” Surjanto.

Ada dua pokok yang menentukan sukses tidaknya bisnis toko dengan harga seragam ini. Pertama, pemilihan tempat usaha yang tepat. Lokasi yang paling pas tentu saja dekat dengan pasar menengah bawah dan lokasi yang ramai dikunjungi orang. Menurut Michael, pemilik gerai Valu$ di Mal Grage, Cirebon, lokasi paling tepat adalah pusat perbelanjaan. “Kami ini bukan minimarket yang bisa buka di ruko, tapi toko yang lebih cocok di mal. Di mal banyak orang yang jalan sambil melihat-lihat barang,” ujar Michael, yang mengaku mengantongi omzet Rp 10 juta-Rp 15 juta sehari dari gerainya.

Selain lokasi yang strategis, menurut Surjanto, luas toko Valu$ yang ideal minimal 300 m2. Ruang yang lumayan luas memang penting agar ribuan barang dagangan bisa dipajang dengan baik dan pengunjung juga tetap merasa nyaman.

Kunci kedua, kepiawaian terwaralaba mengelola tokonya. “Terwaralaba tak cukup ongkang-ongkang kaki. Dia harus punya minat dan mampu menjalankan toko ini, “tandas Surjanto. Selain memastikan pelayanan di gerainya memuaskan konsumen, terwaralaba juga harus jeli membaca selera pasar.

Bila sampai salah memilih dan memesan barang yang tak diminati konsumennya, terwaralaba bisa rugi besar. Maklum, dalam waralaba Valu$ ini, terwaralaba membeli semua barang dari pewaralaba dengan sistem beli putus. Bila salah memesan, barang lama akan menumpuk. Bisa-bisa Anda harus membayar gudang untuk menyimpannya. Kalau ini berlangsung lama, modal Anda akan mati tak berputar. Anda terpaksa harus menambah modal untuk membeli barang-barang baru. Anda juga harus menjual stok barang tak laku itu dengan harga obral.

Tapi, bila lokasi Anda bagus, pelayanan oke, dan terwaralaba jeli membaca selera pasar, modal Anda akan segera kembali. Dalam simulasi yang dibuat KONTAN, dengan omzet Rp 350 juta sebulan saja, terwaralaba akan balik modal sekitar dua tahun.

Mesti Sinaga, Agung Ardyatmo, Honest Pratikno

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , , , , .

Tawaran kemitraan minimarket 24 jam Peluang usaha kelas gerobak dari Indomaret

2 Komentar Add your own

  • 1. apiqquantum  |  Mei 21, 2008 pukul 2:14 am

    Pengalaman bisnis yg menarik. trims.

    Balas
  • 2. haris  |  Juli 15, 2008 pukul 6:36 pm

    bisa minta liat logo valu$ nya ga Boss??

    thx

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kategori

Add to Technorati Favorites