Melongok tawaran kerja sama SPBU Pertamina

Mei 6, 2008

USAHA
Tabloid KONTAN No. 13, Tahun X, 2 Januari 2006

Enakan Jadi Juragan Bensin
Melongok tawaran kerja sama SPBU Pertamina

Bila punya lokasi usaha strategis dan modal miliaran rupiah, Anda bisa menyabet peluang bisnis SPBU yang kini gencar ditawarkan Pertamina. Permintaannya besar, keuntungannya juga tinggi. Dalam 2-5 tahun Anda bisa balik modal. Tapi, bersiaplah menghadapi persaingan ketat dari pemain asing yang mulai menyerbu masuk.

Tak bisa dibantah, bahan bakar minyak (BBM) telah menjadi salah satu komoditas paling penting di dunia. Teramat banyak aktivitas manusia modern yang mutlak membutuhkan sumber energi ini. Kekurangan BBM bisa membuat kegiatan ekonomi macet, bahkan menimbulkan kerusuhan sosial.

Masih basah dalam ingatan kita, bagaimana kelangkaan BBM menjelang kenaikan harga pada Oktober 2005 lalu membuat masyarakat kalang kabut dan ribut. Toh, meski harus antre seharian dan harganya naik selangit, orang tetap memburunya.

Mengingat sampai saat ini Indonesia belum menemukan sumber energi pengganti BBM, prospek usaha SPBU bakal tetap gilang gemilang. Apalagi margin dan likuiditas bisnis jual beli BBM ini juga tinggi.

Di era monopoli, sudah menjadi rahasia umum, tanpa koneksi, orang belum tentu bisa jadi juragan SPBU, meski punya duit pecahan gede sekoper penuh. Untung, kondisi berubah. Sejak pemerintah mengizinkan masuknya pemain asing, kini justru Pertamina yang gencar menawarkan kerja sama pembangunan SPBU kepada masyarakat luas.

Ada dua persyaratan utama untuk menjadi mitra usaha SPBU Pertamina. Yakni, lokasi usaha dan modal miliaran. Calon mitra harus memiliki tempat usaha dengan luas minimal 1.500 m2. Lokasinya harus strategis, yakni banyak dilalui kendaraan, dan persaingan kios bensin di lokasi itu belum begitu tinggi.

Jika lokasi Anda benar-benar bagus, Pertamina akan menawarkan pola kerja sama Prime. Anda cukup menyediakan lahan, sedangkan modal investasi untuk membangun SPBU berikut peralatan akan disediakan Pertamina. Dengan begitu, Pertamina tentu akan memiliki sebagian saham SPBU itu.

Kalau lokasi Anda tidak termasuk primer, tapi masih memiliki prospek yang cukup baik, Anda bisa memilih pola kerja sama Reguler. Dalam pola ini, Anda harus memodali sendiri pendirian SPBU yang jumlahnya sekitar Rp 3 miliar. Investasi ini mencakup pembangunan SPBU dan kantor, berikut berbagai peralatan. Di antaranya mesin pengisian digital alias dispensing pump berikut tangki timbun untuk menyimpan setiap jenis BBM yang akan Anda jual.

Dana investasi itu juga sudah termasuk royalty fee untuk Pertamina. “Setiap lima tahun sekali kami akan mengevaluasi SPBU dan juga menarik royalty fee,” ujar Muhammad Harun, juru bicara Pertamina. Besarnya royalti ini sangat tergantung dari lokasi dan hasil negosiasi dengan Pertamina. Tapi, sebagai patokan, besarnya antara Rp 200 juta sampai Rp 500 juta per lima tahun.

Di luar investasi pembangunan SPBU itu, calon mitra juga harus menyediakan uang setoran alias deposit pembelian BBM kepada Pertamina. Besarnya minimal sebesar harga pokok pembelian BBM per hari oleh SPBU. Simpanan itu ditaruh di rekening setoran (escrow account) di bank. Banknya boleh bank apa saja, asalkan sudah disepakati sebelumnya dengan Pertamina. “Begitu stok BBM di SPBU tinggal sedikit, kami siap mengirimkan pasokan BBM dengan mendebet dari escrow account-nya,” terang M. Harun.

Penentuan besarnya deposit pembelian BBM ini harus diperhitungkan dengan cermat oleh pemilik SPBU. Deposit yang terlalu kecil bisa merepotkan. Pengusaha SPBU harus mengurus escrow account ini saban hari, di samping tak bisa dengan mudah menambah pasokan BBM jika sewaktu-waktu ada lonjakan permintaan. Tapi, simpanan dana yang terlalu banyak juga tak efektif.

Margin bersihnya sampai 70%

Oke, bila Anda tertarik dan memenuhi kedua syarat utama tadi, langkah pertama masuk ke bisnis ini adalah mengajukan aplikasi secara online. Formulir aplikasi bisa kita akses di wxx.pertamina.com.

Untuk aplikasi yang disetujui, Pertamina akan menyusun rencana bisnis (business plan) untuk SPBU di lokasi Anda. Dalam rencana bisnis inilah akan ditentukan berapa banyak dispensing pump dan tangki pendam yang harus Anda sediakan. Dus, juga akan diketahui lebih detail berapa besar modal dan royalty fee yang harus Anda bayar.

Oh, ya, rencana bisnis ini hanya akan dianggap layak jika Anda diperkirakan bisa menjual minimal 15 ton (15.000 liter per hari). Angka perkiraan ini diperoleh berdasarkan pemantauan Pertamina atas arus lalu-lintas dan persaingan kios bensin di lokasi Anda.

Anda bisa memberikan tanggapan ataupun menegosiasi isi business plan itu. Bila semuanya beres dan semua dokumen yang Anda butuhkan sudah lengkap, Anda akan menandatangani kontrak kerja sama dengan Pertamina. Kontrak kerja sama ini berlaku selama 15 tahun dan akan dievaluasi setiap lima tahun sekali.

Selanjutnya, Anda tinggal membangun SPBU sesuai dengan spesifikasi Pertamina. Bila tak bisa mencari kontraktor sendiri, “Si mitra bisa menggunakan kontraktor yang biasa kami pakai,” ujar Ahmad Faisal. Proses pembangunan ini umumnya memakan waktu sekitar empat bulan.

Sementara pembangunan SPBU berlangsung, Anda bisa merekrut tenaga kerja. Sebagai acuan, untuk SPBU dengan luas 1.500 m2 dan memiliki empat pompa, Anda membutuhkan 16 pegawai pengisi BBM dengan dua giliran. Selain itu, Anda juga membutuhkan kasir dan supervisor. Kalau ditotal jumlahnya menjadi sekitar 20 orang. Tenaga kerja yang Anda rekrut ini akan dilatih Pertamina. Nah, bila semua beres, Anda tinggal membuka SPBU baru milik Anda sendiri.

Tingkat keuntungan yang akan diperoleh pengusaha SPBU sudah dipatok Pertamina. Misalnya Rp 172 per liter untuk premium dan Rp 215 per liter untuk solar. Meski untung jualan solar lebih besar, kita tentu enggak bisa ngotot hanya menjual solar. Sebab, pemilihan jenis BBM yang akan kita jual tergantung dari kebutuhan BBM di lokasi itu. Di jalan protokol atau kawasan perumahan di Jakarta, misalnya, permintaan premium lebih besar daripada solar.

Semakin besar volume BBM yang berhasil Anda jual setiap hari, semakin besar pula keuntungan yang mengalir ke brankas Anda. Berdasarkan data Pertamina, rata-rata SPBU di Indonesia saat ini bisa menjual 30 ton atau 30.000 liter BBM saban hari. Untuk kota-kota besar seperti Jakarta, penjualannya rata-rata mencapai 50 ton sehari. Nah, jika SPBU Anda bisa menjual 15-30 ton BBM per hari, dengan margin bersih sampai 70%, Anda bisa balik modal dalam waktu 2-5 tahun.

Namun, ada satu hal yang harus diantisipasi mitra Pertamina. Masuknya pemain-pemain asing, yang umumnya memiliki standar pelayanan yang tinggi, akan meruncingkan persaingan. Untuk bisa bertahan dari serbuan mereka, pemilik SPBU Pertamina juga harus memberikan pelayanan prima. Minimal, tidak boleh lagi ada yang mengoplos atau menipu literan BBM yang mereka jual.

+++++

Bersiap Menghadapi Perang Sengit

Persaingan bisnis kios bensin di Indonesia mulai memanas setelah pemerintah membuka pintu lebar-lebar bagi masuknya pemain asing. Sesuai dengan ketentuan UU Migas No. 22 tahun 2001, Pertamina tak lagi memonopoli bisnis migas di tingkat konsumen.

Kehadiran UU ini langsung disambut antusias para pemain asing. Menurut data Badan Pelaksana Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), setidaknya ada lima perusahaan minyak raksasa dunia yang berminat membangun SPBU di Indonesia.

Mereka adalah Petronas, Shell, BP, ExxonMobil, dan Caltex/Chevron Texaco. Dari kelima nama ini, Shell dan Petronas yang telah memegang izin prinsip. November lalu Shell membuka gerai pom bensin pertamanya di Karawaci, Tangerang.

Di luar pemain asing, pemerintah telah meloloskan lima perusahaan lokal, yakni PT Sigma Rancang Perdana, PT Pandu Selaras, PT Elnusa Petrofin, PT Elnusa Harapan, PT Krida Petragraha, dan PT Raven Sejahtera (KONTAN, 15 Agustus 2005).

Untuk menghadapi perang sengit yang bakal terjadi di bisnis eceran BBM, Pertamina buru-buru memperkuat jaringan pemasarannya di tingkat ritel. Mulai awal Desember 2005 lalu, Pertamina menawarkan program kerja sama pembangunan SPBU kepada masyarakat luas.

Sampai minggu ketiga Desember 2005 ini, “Kami sudah menerima 10 aplikasi pembukaan SPBU baru,” ujar Ahmad Faisal, Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak PT Pertamina. Untuk tahun 2006, Pertamina menargetkan ada 200 SPBU baru dengan pola kerja sama ini.

Selain itu, Pertamina juga memperluas cakupan bisnis SPBU-nya. Bila lokasi memungkinkan, yakni luas dan strategis, mitra SPBU Pertamina akan memperoleh akses untuk membuka berbagai unit usaha non-BBM. Di antaranya:

C Store Pertamina Bright

Ini adalah toko ritel yang menjual aneka makanan, camilan, dan berbagai minuman yang bisa langsung dibawa pulang atau dinikmati pembeli dalam perjalanan. Gerai yang buka 24 jam sehari ini memiliki beberapa produk khas, seperti burger, hotdog, dan popcorn.

Pertamina Speed Service Station

Gerai ini menawarkan pelayanan bengkel cepat bagi pengunjung SPBU. Di sini pengunjung bisa mengganti oli, ganti atau cek absorber dan berbagai suku cadang lainnya. Untuk operasional gerai ini, Pertamina menjalin kerja sama dengan Shop & Drive yang bernaung di bawah PT Astra Otopart Tbk.

Cuci mobil

Pengusaha SPBU juga bisa menambahkan layanan cuci dan salon mobil di gerainya.

Mesti Sinaga, Asih Kirana, Haris Hadinata

Tabel simulasi perhitungan bisa di donlod di SINI

Entry Filed under: Bisnis. Tag: , , , , , , .

23 Comments Add your own

  • 1. HOMERUS ARSAD  |  Juni 14, 2008 at 1:49 am

    Saya ingin mengetahui perhitungan/cash flow untuk permodalan pendirian SPBUhingga s/d BEP dan profitnya selama 5 tahun, terutama modal awal berapa jika saya mempunyai tanah sendiri.
    Lokasi di Lombok tepatnya di Kota Tanjung Lombok Utara +/- 4000 m2, siapa yang bisa saya hubungi di Kota Mataram, nama & nomor HPnya terima kasih.

  • 2. PRIMAWATI  |  Juni 17, 2008 at 3:49 pm

    Dalam hal ini saya memiliki lokasi yang strategis dan berkembang pesat. Tapi kendala saya disini adalah capital atau jumlah uang yang diperlukan untuk membangun atau started pointnya yang sangat tinggi. kalau ada patner bisnis yang berminat silahkan hubungi saya segera. lokasi ada dalam kabupaten Badung BALI.yang mana merupakan kabupaten berpendapatan tertinggi di indonesia. berharap bisa mewujudkan bisnis ini segera dengan anda.

    terima kasih…

    -PRIMA

  • 3. POLTAK  |  Juni 21, 2008 at 5:23 pm

    Janganlah tergiur dengan keuntungan yang diberikan untuk menjadi mitra PERTAMINA, di PERTAMINA masih banyak nya siluman siluman yang masih merajalela, memang keuntungan yang didapati rp. 180/liter tetapi BBM yang hilang di curi oleh para sopir mobil tanki yang notabene masih dalam tanggung jawab pihak PERTAMINA seharusnya (tetapi dalam hal ini PERTAMINA tidak mau bertanggung jawab) tidak dihitung sebagai suatu cost yang harus ditanggung oleh pemilik SPBU , (pencurian yang dilakukan oleh sopir tanki ini melebihi dari 1 % dari keuntunagn si pemilik SPBU) , dimana tanggung jawab PERTAMINA

  • 4. Rudy Hartono  |  Juni 25, 2008 at 7:54 am

    Secara overall semua usaha ada point positive dan negative. untuk SPBU klo ada uang lebih sih ok juga tetapi tergantung dari management. Saya juga pengusaha SPBU di Jawa dan mungkin kalau ada yang berminat untuk join / menjual SPBU yang sudah berjalan dapat menghubungi saya di email : rudy_hartono88@hotmail.com

  • 5. zulkhairi  |  Juli 9, 2008 at 3:19 pm

    saya mau menawarkan spbu dengan harga murah, ada tiga lokasi, cimanggis, bekasi, jagakarsa, apabila ada yang berminat bisa hubungi saya di no 085234903345

  • 6. a.ujang  |  Juli 12, 2008 at 8:03 am

    Aww temen2 pengusaha spbu (yg baru).

    Kami punya wacana utk membuka spbu baru,tapi kami nggak tau siapa yg harus dihubungi karena kami takut nantinya tertipu oleh orang2 yg tidak bertanggung jawab.
    Oleh karena itu kami mohon informasinya kalau temen yg baru mempunyai spbu mau berbagi informasi kemana kami harus bergerak,kami rencana mo buka didaerah lampung.
    Utk itu kami ucapkan trimakasih sebelumnya,dan selalu sukses utk anda. wass.

  • 7. novi istyorini  |  Juli 14, 2008 at 9:27 am

    mw tny donk harga baru dispensing pump bwt spbu kira-kira berapa?
    trz bangun pelindung pompa bensin kira-kira habis berapa?
    tolong bangeeeet ya……

  • 8. iwan  |  Agustus 15, 2008 at 1:50 pm

    saya punya tanah dipinggir jalan lintas timur palembang-jambi km.74 luas tanah 1.3h. cocok untuk bikin usaha SPBU,harga nego. hub. iwan.165@plasa.com

  • 9. infan  |  September 13, 2008 at 12:03 pm

    Bila anda ingin mempunyai SPBU pertamina sampai dengan pembangunannya, kami siap membantu dan siap jadi kontraktornya.
    Saya sudah berpengalaman membangun dan mengurus sampai SPBU ataupun AMPS siap beroperasi.
    Mungkin saya bisa memberikan solusi terbaik bagi anda.

  • 10. AQIUN  |  Oktober 6, 2008 at 9:29 am

    berapa modal untuk membuka spbu ???????

  • 11. MIUT  |  Oktober 10, 2008 at 10:37 am

    TOLONG BANTU SAYA.

    LOKASI STRATEGIS YANG BAIK MEMBUAT SPBU ITU SEPERTI APA????
    BISA TOLONG ANDA BUATKAN DESAIN LOKASI SPBU YANG BAGUS….

    SAYA BUTUH CONTOH SATU UNIT SPBU,LENGKAP DENGAN PROGRAM KERJA DARI SPBU ITU, SERTA ADAKAH DAMPAK DARI DIDIRIKANNYA SPBU ITU TERHADAP LINGKUNGAN??

    TOLONG JAWAB PARTANYAAN SAYA.TERIMAKASIH.

  • 12. hendra  |  Oktober 15, 2008 at 5:40 am

    mohon info pemilik SPBU yang ada di jogja, kami perlukan untuk menimba pengalaman pengelolaan SPBU, trims

  • 13. ola  |  Oktober 20, 2008 at 10:47 am

    klo investasi spbu di daerah kira-kira modalnya berapa ya? tks

  • 14. ganda  |  Oktober 20, 2008 at 12:24 pm

    banyak sekali penawaran2 yang gak bener, kalo temen2 punya info kemene saya harus bergerak kalio ingin mendirrikan usaha ini?

  • 15. adelia  |  Oktober 22, 2008 at 8:54 am

    saya punya penawaran SPBU di daerah pamanukan subang,,
    bagi yang berminat hub saya di 081318183295

  • 16. todung  |  Oktober 29, 2008 at 6:35 am

    mohon dapat dikirim kepada email saya “flowchart pengembangan dana dalam bisnis SPBU/unit”, atau ke website saya: todung.wordpress.com. Thanks

  • 17. zainal Arifin  |  Nopember 11, 2008 at 7:37 am

    No Coemment

  • 18. tunggal_pm  |  Nopember 22, 2008 at 3:17 pm

    Informasi penting bagi para pengusaha atau perorangan yang ingin mengembangkan usahanya atau berinvestasi, kami menjual tanah sangat strategis, keuntungan yg akan di dapatkan :

    · Lokasi depan pasar,
    · 200 m dari stasiun kereta api,
    · Dilewati angkutan umum antar propinsi,
    · Dekat dengan kantor kecamatan,
    · Bersebelahan dengan kantor polisi,
    · Lokasi sangat ramai
    · Lokasi bebas banjir,
    · Peluang besar bagi para pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya di bidang otomotif, SPBU, supermarket,
    · Dan masih banyak keuntungan lainnya.

    Jangan lewatkan kesempatan ini, kami memberikan kesempatan kepada para pengusaha besar atau perorangan untuk membeli tanah kami, kami jamin anda tidak kecewa. Kami menjual cepat tanah seluas 980 m2 ini dengan harga yang terjangkau. Lokasi tanah terletak di jalan raya paron no 26 ngawi jawa timur.untuk informasi selengkapnya hubungi hp 08568859375, 02192167005, 0218207895 dengan saudari ibu syawal.

  • 19. suhariadi  |  Desember 2, 2008 at 4:58 am

    saya pengusaha di lombok mataram, mencari info spbu yang akan dijual dilombok, kalo ada hub. saya di E_mail : suhariadi_sh@yahoo.co.id, thanks

  • 20. Ryan nashari  |  Desember 25, 2008 at 4:26 am

    saya cari rekan utk diajak kerjasama dalam ìnvestasi usaha SPBU.saya cari lokasi yg strategis di area jawa timur…jika ada tlg bs diemail spesìfikasi lkpnya ke fitriannasharianto@yahoo.com atau hub 03191503311/08563004012.thank regards

  • 21. medi  |  Januari 1, 2009 at 2:23 am

    saya punya lahan kisaran 2h. Lokasi jln lintas bengkulu ke lampung. Tlng beri solusi untk saya.

  • 22. Teguh  |  Januari 5, 2009 at 4:29 am

    saya cari rekan utk diajak kerjasama dalam ìnvestasi usaha SPBU.saya punya lokasi yg strategis di area jawa tengah…jika ada tlg bs diemail spesìfikasi lkpnya ke fteguh_desu@yahoo.com atau hub 081805861118.

  • 23. munandar  |  Februari 15, 2009 at 3:33 am

    berapa modal yang di butuhkan utk membuka usaha SPBU???

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Kategori

ngARSIP

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

vie di Waralaba jasa kurir dan kargo …
Riviera Putri di Jalan pintas ke bisnis spa ala…
vie di Mencari modal untuk usaha…
Gerist di Mencari modal untuk usaha…
made santika di Peluang usaha motor bak beroda…

Partners Link

Add to Technorati Favorites