Potret usaha dagang tekstil di Pasar Cipadu, Tangerang

April 18, 2008 at 12:39 am 2 komentar

USAHA
Tabloid KONTAN No. 22, Tahun X, 6 Maret 2006

Mengadu Untung di Cipadu
Potret usaha dagang tekstil di Pasar Cipadu, Tangerang

Pamor Pasar Cipadu sebagai sentra tekstil dan garmen semakin mencuat. Suasananya relatif aman dan nyaman, harga barangnya miring. Ma-kanya semakin banyak pembeli berbelanja, dan makin banyak pedagang yang menuai untung. Buat pemain baru, peluang masih terbuka.

Nama Pasar Cipadu sebagai sentra tekstil dan garmen semakin mencorong. Coba lihat sepanjang Jalan K.H. Wahid Hasyim, terutama dari wilayah Kreo hingga Pondokaren, Tangerang. Di kanan-kiri jalan, bertebaran toko-toko tekstil dan garmen. Entah itu menjual bahan, baju, seprai, dan pernak-pernik lainnya. Padahal, lebar Jalan K.H. Wahid Hasyim pas banget buat dua mobil yang berselisih jalan.
Yang lebih hebat, di sepanjang jalan ini sudah bertengger pusat-pusat pertokoan yang kebanyakan diisi pedagang tekstil dan garmen. Di situ ada Cipadu Square, Pertokoan Anugerah, Pertokoan Dionasi, Pertokoan Kospin Jaya, hingga Pertokoan Mulia Jaya. Yang belakangan disebut ini adalah pelopor perkembangan daerah Cipadu sekaligus pusat perbelanjaan paling ramai.

Pengunjungnya, hmm… ribuan orang per hari. Bahkan, di hari Sabtu atau Minggu, yang berkunjung ke sini bisa tiga kali lipat dari hari biasa. Maklum, di hari biasa kebanyakan pembelinya adalah untuk partai grosiran. Di akhir pekan, pembelinya bercampur dengan para pembeli eceran.

Walaupun pembelinya ribuan, Pasar Cipadu, terutama di Pertokoan Mulia, jauh dari kesan sumpek dan semrawut. “Inilah salah satu keunggulan kami,” ujar Haji Syarifudin, pengelola Pertokoan Mulia Jaya, “Di sini aman, tidak ada preman seperti pasar tekstil lain.” Untuk menciptakan suasana aman ini, Syarifudin mempekerjakan warga di pertokoan ini. “Jadi, kami sudah saling kenal,” imbuh putra pendiri Pertokoan Mulia ini.

Selain lebih nyaman dan aman, Cipadu juga di kelilingi wilayah perumahan dari kelas menengah hingga atas. Sebut sajalah berbagai perumahan mentereng di kawasan Bintaro hingga kawasan Serpong. Yang paling penting, harga barang di Cipadu juga relatif murah ketimbang pusat tekstil lain, seperti Tanahabang.

Tak heranlah bila Cipadu punya daya tarik tersendiri yang menyedot semakin banyak pengecer dan konsumen tekstil dan garmen berbelanja di sini. Kalau sudah begini, tentu para pedaganglah yang akan kebanjiran rezeki.

Lihat saja toko spesial penjual seprai Alika Collection milik Aji Chandra. Dalam sehari, Aji mengaku mengantongi omzet sekitar Rp 10 juta atau Rp 300 juta sebulan. Contoh lain adalah Toko Iramatex yang menjual barang-barang bordiran milik Marzus Hidayat. Dalam sehari, rata-rata Marzuz bisa menjual barang senilai Rp 3 juta atau Rp 90 juta dalam sebulan. Lumayan banget, kan?

Langkah-langkah membuka toko di Cipadu

Anda tertarik berdagang tekstil di Cipadu? Langkah pertama, siapkan modal yang sebagian besar dibutuhkan untuk menyewa tempat dan membeli barang dagangan. Sebagai gambaran, para pedagang di Pertokoan Mulia Jaya mengaku mengeluarkan modal awal sekitar Rp 100 juta-Rp 200 juta. Tapi, ada pula yang hanya mengeluarkan modal sekitar Rp 20 juta.

Hal kedua yang tak kalah penting adalah mencari kios di lokasi yang baik. Pasokan kios yang belum terhuni di kawasan ini masih lumayan banyak, khususnya di pusa tperbelanjaan baru, seperti Cipadu Square. Tapi, untuk pertokoan yang sudah lama berdiri macam Pertokoan Mulia Jaya, pasokan kios yang kosong memang tak banyak lagi. Menurut penelusuran KONTAN akhir Februari lalu, di situ hanya tersisa delapan kios yang masih kosong.

Soal harga sewa kios, harga sewa di pertokoan Mulia Jaya terbilang pas untuk usaha ini. “Tahun ini katanya biaya sewa mau menjadi Rp 15 juta setahun,” kata Marzus. Dia pun membandingkan harga ini dengan sewa kios sejenis di Pasar Tanahabang yang sudah mencapai Rp 40 juta-Rp 60 juta per tahun.

Namun, pastikan Anda menyewa dari tangan pertama. Sebab, jika kita menyewanya dari tangan kedua, seperti dari pedagang lain yang sudah lebih dulu menyewa, harga sewanya bisa mencapai Rp 75 juta-Rp 100 juta.

Hal ketiga yang harus kita lakukan adalah mencari pasokan barang dagangan. Menurut para pedagang, minimal separo modal harus kita sisihkan untuk membeli barang dagangan. Di mana kita bisa mendapatkan pasokan barang dengan harga bersaing? Untuk yang satu ini, pedagang memang harus pintar-pintar mencari celah sendiri. Namun, biasanya para pedagang di Cipadu memperoleh pasokan barang dari agen penjual, atau berlangganan langsung ke pabrik tekstil.

Ada pula pedagang yang punya kiat tersendiri untuk menekan harga jual barang dagangannya. Contohnya Sutan Panduko, pemilik Toko Viviovi’s Textile. “Barang tekstil yang saya jual merupakan bahan sisa pabrik yang diolah kembali,” bebernya.

Sutan memberi gambaran begini. Semisal, ada pabrik garmen yang membuat kemeja dari bahan impor. Untuk mengantisipasi kesalahan serta kerusakan produksi, biasanya si pabrik melebihkan bahan baku sebesar 10%. “Tapi, yang terpakai paling 2% saja,” katanya. Bahan yang tersisa itu tentu tidak langsung dibuang, tapi diolah dan dipasarkan. Nah, barang sisa inilah yang diambil Sutan. “Jadi jelas, harga bisa lebih murah,” tandasnya.

Nah, jika ketiga langkah tadi sudah beres, Anda tinggal membuka dan menjalankan toko. Kalau toko Anda sudah besar dan banyak langganan, para agen penjual barang tekstil bakal datang dan merayu-rayu Anda untuk memasarkan barang mereka.

Kalau sudah begini, Anda bukan hanya akan memperoleh barang-barang dengan corak dan model terbaru. Anda biasanya juga bisa menawar harga dan waktu pembayaran. Soal keuntungan, menurut para pedagang tekstil dan garmen di Cipadu, mereka bisa menikmati margin setidaknya 30% dari harga jual.

Nah, berani mencoba?

+++++

Korban Bencana Berpadu di Cipadu

Dibandingkan dengan pertokoan lainnya di Cipadu, Pertokoan Mulia Jaya terbilang paling ramai. “Perkembangan Pasar Tekstil Cipadu dimulai dari sini,” kata Haji Syarifudin, salah seorang pengelola Pertokoan Mulia Jaya. Adalah mendiang Haji Muali, ayah Syarifudin, yang mendirikan pertokoan ini tahun 2000.

Awalnya, Mulia Jaya hanya terdiri dari empat kios. Itu pun buat berdagang sayuran. Ternyata, tak ada pedagang sayur yang sudi berdagang di situ. Untung saat itu ada beberapa pedagang grosir tekstil yang butuh tempat, yang kemudian menyewa kios-kios itu.

Pamor Cipadu sebagai sentra penjualan tekstil dan garmen mulai terangkat setelah terjadi kebakaran hebat di Pasar Tanahabang, salah satu pusat tekstil terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Pilihan mereka pun jatuh pada Pertokoan Mulia yang saat itu mulai bertumbuh. Kebetulan pula saat itu Haji Muali sudah memperluas Mulia Jaya dengan membangun 24 kios baru.

Banjir yang pernah merendam Pasar Tekstil Cipulir kemudian juga kian mencorongkan nama Cipadu. Banyak pula pedagang tekstil dari Cipulir hijrah ke Cipadu.

Selanjutnya, kawasan Cipadu tumbuh pesat menjadi salah satu pusat dagang tekstil di Jakarta. Berbagai toko, ruko, dan pusat perbelanjaan tekstil lainnya terus bermunculan di situ. Melihat pesatnya perkembangan ini, tak ayal, Pasar Cipadu pun menjadi pesaing serius sentra tekstil lainnya, seperti Pasar Jatinegara, Pasar Mayestik, bahkan Pasar Tanahabang.

Tapi, kondisi jalan masuk yang sempit masih jadi kendala utama yang dikeluhkan para pedagang. Mereka pun menggantungkan harapan pada Pemkab Tangerang yang sudah berencana melebarkan Jalan K.H. Wahid Hasyim tahun mendatang.

Markus Sumartomdjon, Haris H., Yohan Rubiyantoro

About these ads

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , , .

Menjajal kekuatan bisnis purwaceng Menjadi investor di Salon Alfons

2 Komentar Add your own

  • 1. rinaldyselah  |  Oktober 4, 2011 pukul 8:30 pm

    cipadu, aku kngen mau ke pasar cipadu, dulu aku pernah jg dagang dsana

    Balas
  • 2. rinaldyselah  |  Oktober 4, 2011 pukul 8:32 pm

    ada g’ teman2 dulu yg masih ingat sama ku di cipadu..??

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

Add to Technorati Favorites

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.