Peluang dan ancaman bisnis VCO

April 12, 2008 at 12:07 am 16 komentar

USAHA
Tabloid KONTAN No. 18, Tahun IX, 7 Februari 2005

Laku Jualan si Virgin
Peluang dan ancaman bisnis VCO

VCO menjadi produk agribisnis yang lagi ngetop lantaran diyakini manjur menyembuhkan berbagai penyakit. Permintaannya terus meningkat, dan pasar ekspor masih menganga lebar. Namun, standar kualitas masih jadi persoalan.

VCO atau virgin coconut oil lagi naik daun di Indonesia. Di tempat arisan, di tempat kerjaan, sewaktu berkumpul dengan teman-teman, hingga ajang gaul lewat milis internet pun menjadikan VCO sebagai buah bibir yang hangat. Berbagai iklan produk ini juga cukup banyak menghiasi media massa belakangan ini.

VCO sebenarnya sejenis minyak kelapa. Bedanya, kalau minyak kelapa yang umum beredar di pasaran itu terbuat dari kopra (kelapa yang dikeringkan), VCO dibuat dari daging kelapa segar yang diolah tanpa bahan kimia. Proses pembuatannya tidak melalui pemutihan, penyaringan, atau pemanasan luar biasa yang bisa menghanyutkan manfaat alami sang minyak. Makanya ia dibilang sebagai minyak kelapa murni.

Nah, VCO ramai dibicarakan orang lantaran berkhasiat buat tubuh kita. Minyak kelapa bening ini mengandung banyak lauric acid, sebanyak 25%-45%. Adanya zat utama yang juga terkandung dalam air susu ibu inilah yang membuat VCO ramai disebut-sebut sebagai pembasmi berbagai penyakit. Sebut saja cacar air, herpes, hepatitis, bahkan HIV/AIDS; juga membantu meringankan penyakit kanker.

VCO juga tidak mengandung kolesterol; bahkan disebut-sebut pula bisa mengurangi penyumbatan pembuluh darah, mengurangi kelebihan berat badan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mencegah penuaan dini. Ada yang percaya, meminum satu sendok teh VCO setiap hari bisa membuat kulit dan rambut bersinar cerah.

Seiring dengan maraknya berbagai berita mengenai kehebatan VCO, permintaan atas minyak kelapa mujarab ini terus meningkat pula; padahal harganya cukup mahal. Saat ini di Jakarta harga VCO antara Rp 100.000 sampai Rp 300.000 per liter, sementara untuk pasar ekspor berkisar US$ 10-US$ 12 per liter. Belum lagi bila produsen luar negeri kemudian mengemas VCO menjadi obat. “Harganya bisa US$ 18 per 16 ml (US$ 1.125 per liter),” tutur Ridwan, pemilik Indokarta Lamas, produsen VCO di Jakarta.

Sayang, belum ada standar mutu

Kalau tidak mau sekadar menjadi konsumen, mari kita bikin sendiri VCO ini. Ada tiga cara memisahkan minyak dari santan kelapa. Pertama, perasan kelapa dipanaskan. Kedua, dengan bantuan enzim atau difermentasi dengan menggunakan VCO sebagai “biang” pada temperatur rendah. Ketiga, penggabungan kedua metode itu.

Untuk membuka usaha pembuatan VCO dengan metode enzim, butuh modal yang amat besar, sekitar Rp 15 miliar. Sebagian besar modal itu habis untuk membeli berbagai macam mesin dan peralatan.

Tapi, usaha skala rumahan yang bermodal relatif kecil bisa memproduksi minyak kelapa murni ini lewat metode pemanasan atau fermentasi. Paling Anda hanya butuh mesin parutan kelapa yang harganya sekitar Rp 1 juta. Kalaupun tak punya modal untuk membeli mesin pemarut kelapa, usaha Anda tetap bisa jalan. “Sediakan modal untuk beli kelapa saja,” tutur Frans, pengusaha VCO di Jakarta.

Frans sendiri, dengan peralatan sederhana, mengaku baru memproduksi 20 liter VCO per bulan. Adapun Maria Susana Hartanti, pemilik PT Griwangi, benar-benar memproduksi VCO tanpa mesin parutan. “Saya mengerjakan pembelahan, pemarutan, dan pemerasan kelapa tanpa mesin, supaya hasilnya bisa lebih bagus,” ujar produsen yang menjual 100 liter VCO per bulan ini. Bahkan, Ridwan, mampu memproduksi 40.000 -50.000 liter VCO per bulan dengan sistem padat karya alias tanpa mesin.

Mereka mengaku tak begitu sulit memasarkan VCO olahannya. Frans, contohnya, memasarkannya kepada kerabat atau kenalannya, juga lewat milis-milis. Begitu pula dengan Maria yang menjajakan minyaknya lewat internet.

Soal untung dari bisnis pembuatan VCO ini, mari coba kita hitung. Untuk menghasilkan 1 liter VCO biasanya dibutuhkan setidaknya 10 butir kepala segar. Bila harga sebutir kelapa Rp 4.000, total biaya bahan baku kelapa Rp 40.000. Biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan antara lain bahan bakar, tenaga kerja, pengemasan, dan pengiriman; yang dihitung-hitung jatuhnya tak sampai Rp 20.000 per liter. Ditambah biaya bahan baku kelapa, total biaya produksinya paling Rp 60.000 per liter. Kalau harga jualnya sekitar Rp 100.000 per liter, artinya margin bersihnya lebih dari 40%.

Cara bikinnya sederhana, proyeksi labanya menggiurkan. Cuma, ingat, meskipun peminatnya semakin banyak, tapi secara keseluruhan VCO belum benar-benar dikenal luas oleh masyarakat kita. Pasarnya pun hingga saat ini masih terbatas. Jumlah orang Indonesia yang begitu royal mau membeli minyak kelapa seharga Rp 100.000 per liter tentu tak banyak. Selain potensi pasar lokal yang terbatas, belakangan jumlah pemainnya terus bertambah.

Satu lagi, menurut seorang pemain, sebenarnya saat ini di pasaran lokal banyak beredar VCO yang standar mutunya tak jelas. Kandungan lauric acid-nya juga jauh di bawah standar internasional; 25%. “VCO menjadi nama ajaib yang begitu mudah diklaim banyak orang. Kita juga belum punya badan yang mengatur standar kualitas VCO,” ujar sumber itu. Padahal, bila kandungan asam lauric-nya di bawah 25%, VCO tak berkhasiat. Pada gilirannya, bila kondisi ini tak dibenahi, orang-orang akan mulai kecewa dan meragukan khasiat VCO, sehingga harga jualnya akan turun.

Pasar ekspor masih menganga

Namun, itu tak berarti prospek bisnis VCO sudah keburu sunset atawa tenggelam. Ada ceruk pasar yang masih menganga lebar, yakni pasar ekspor; khususnya pasar Malaysia, Singapura, Taiwan, Jepang, dan negara Asia lainnya.

Cuma, untuk menembus pasar ekspor ini Anda tak bisa mengandalkan metode tradisional yang lebih banyak menembak pasar pembeli lokal. Sebab, pembeli asing ini minta produk dengan standar kualitas yang ketat. Salah satunya, kandungan asam lauric minimal 25%.

Nah, untuk menghasilkan VCO yang memenuhi standar ekspor, kita butuh modal lumayan besar. Ini yang dilakukan Jaka Dhama Limbang, salah satu pendiri PT Miracle Virgin Oil, yang berlokasi di Sei Itik, Pontianak. Penghasil VCO yang menggunakan metode enzim ini menghabiskan biaya sebesar Rp 15 miliar untuk membeli mesin reaktor enzim buatan Jerman dan berbagai peralatan lainnya. Dengan kapasitas mesin 90.000 butir kelapa per hari, Jaka yakin investasinya bakal balik dalam waktu 5-7 tahun.

Berkat mesin canggih yang berfungsi memarut, memeras, dan mencampurkan enzim dengan sistem komputer ini, Miracle Virgin Oil tidak kesulitan melemparkan produknya ke luar negeri dengan harga US$ 10-US$ 12 per liter. Saat ini Miracle sudah mengekspor produknya ke Jepang dan Singapura. “Dengan alat canggih itu kualitas VCO kami memenuhi standar, dan kami sudah punya kontak bisnis dengan pengusaha Jepang,” tutur Jaka.

Di samping modal dan pemenuhan standar produksi, ada faktor lain yang amat menentukan sukses tidaknya usaha VCO: ketersediaan dan kestabilan harga bahan baku. Seperti biasa, apa pun yang makin banyak dicari bakal melonjak naik harganya. Tidak terkecuali dengan kelapa segar. Saat ini harga kelapa segar berusia siap panen (sekitar 2,5 bulan) sudah mulai merangkak naik. Sebutlah di Yogyakarta yang lagi dilanda musim VCO, harga kelapa yang baru dipetik sudah naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 4.000 per butir.

Jadi, sebelum membuka usaha ini, sebaiknya pastikan Anda membuka usaha di sentra kelapa atau di lokasi yang banyak populasi kelapanya. “Pokoknya tidak jauh dari lokasi perkebunan, supaya kelapanya masih segar,” kata Jaka Dhama, yang melihat Jambi sebagai salah satu lokasi yang tepat untuk membuka usaha VCO. Selain itu, bila memproduksi di wilayah ini, Anda bisa menekan biaya pengangkutan. Nah, Anda tertarik menjajal bisnis minyak perawan dari perasan buah nyiur ini?

Djumyati Partawidjaja, Asih Kirana Wardani

About these ads

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , , , .

Download Lagu Saykoji – Merdekakah Kita? Tawaran waralaba Frankfurter Hot Dog

16 Komentar Add your own

  • 1. jotho  |  April 15, 2008 pukul 5:47 pm

    Dimana alamat penampung Minyak VCO di wilayah Jatim atau Jateng terima kasih atas infonya

    Balas
  • 2. blogkage  |  April 15, 2008 pukul 11:51 pm

    @jotho
    maaf sy lom ada info-nya

    Balas
  • 3. Astrid  |  Juni 10, 2008 pukul 2:14 pm

    Salam Hormat
    Betulkah VCO dapat mengobati HIV ?atau cuma promosi agar laku saja?
    Apakah ada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan?
    Berapa orang penderita HIV yang sudah dinyatakan sembuh dan tes darahnya negatif HIV dari semula positif?
    Astrid

    Balas
  • 4. wizri  |  Oktober 17, 2008 pukul 10:02 am

    Saya Produsen VCO skala industri rumah tangga yang berada di Sigaung Kec 2X11 Enam Lingkung Kab Padang pariaman Sumatera Barat:
    VCO bukan untuk mengobati HIV/AIDS tetapi mencegah penyerbaran virus.
    Trima kasih
    Wizri Y

    Balas
  • 5. HADI JUARSAH  |  Mei 22, 2009 pukul 10:00 am

    Mohon dapat diinformasikan ke saya alamat dan nomor telepon para pembeli VCO dan saya mencari agen-agen

    Balas
    • 6. rusdi basri  |  Januari 10, 2013 pukul 7:12 pm

      dipasarkan kemana aja ya ?

      Balas
  • 7. johan  |  Juni 8, 2009 pukul 9:44 am

    thanks infonya. klo boleh tahu di jogja produsenya di mananya ya ..?

    Balas
  • 8. CARI TEMAN DAPAT UANG  |  Juli 3, 2011 pukul 7:11 am

    wah mantab

    Balas
  • 9. pais hadi  |  Juli 7, 2011 pukul 4:25 am

    saya produsen vco sat ini ada kelebian produksi kalo ada pengepul vco tolong infonya. thk. emailo adidarwis25@yahoo.com

    Balas
  • 10. yoga  |  Agustus 10, 2011 pukul 2:09 pm

    nyari yang nampung neh?bs g?ap cm jual.

    Balas
  • 11. Rijal Arifin  |  September 26, 2011 pukul 4:37 am

    bila di bogor tempat menampung VCOnya dmna?? klo boleh saya tahu ..

    Balas
  • 12. Fahri  |  Maret 20, 2012 pukul 8:22 am

    Bisa kasih alamat penyalur vco dari pengolah ke eksportir

    Balas
  • 13. najmina  |  Mei 6, 2012 pukul 2:17 pm

    saya menjual VCO curah dg harga murah.. 50rb/liter
    dgn kadar asam laurat diatas 50%
    info dan pemesanan hub. 087772778281

    Balas
  • 14. billy  |  Mei 14, 2012 pukul 11:11 am

    bagi yg membutuhkan VCO skala besar…minimum 500/Litr…saya siap menyplainya…hub saya di no 082136929899 – 085728577879

    Balas
  • 15. billy  |  Mei 16, 2012 pukul 7:46 pm

    bagi yg ber minat VCO dgn jumblah 500 litr/hari hub kami di no 082136929899 – 085728577879 billy….trimakasih atas kerjasamanya….sukses untuk anda semua

    Balas
  • 16. deddy abar  |  Juli 4, 2012 pukul 4:29 am

    saya di serang, banten memproduksi vco skala rumahan. saya agak kesulitan dalam mencari pasar untuk menjual produk vco yang saya hasilkan. mohon informasi kmana saya hrs memasarkannya !

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

Add to Technorati Favorites

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.