Mencari modal untuk usaha waralaba

Februari 23, 2008 at 12:20 am 11 komentar

WARALABA
Tabloid Kontan No.6, Tahun X, 7 November 2005

Bermodal Utang juga Bisa
Mencari modal untuk usaha waralaba

Biarpun bank-bank saat ini mengerem laju kreditnya, masih ada peluang untuk bisa mendapatkan pinjaman untuk usaha waralaba. Syaratnya mirip dengan persyaratan permohonan kredit komersial biasa.

Anda sudah ngebet untuk menjadi terwaralaba, tapi tak ada modal? Jangan langsung puyeng atau loyo. Biarpun saat ini bank-bank mulai ketat mengucurkan kreditnya, masih ada kok peluang untuk mendapatkannya. “Asalkan prospek usahanya bagus, kredit pasti bisa turun,” ujar Kresno Sediarsi, Senior Vice President Small Business Sales Group Head PT Bank Mandiri.

Menurut Kresno, hampir semua bank sejatinya memegang prinsip yang sama dalam menawarkan kredit untuk para calon debiturnya yakni usaha tersebut punya prospek usaha yang bagus. Termasuk kredit untuk membiayai pembukaan waralaba. Memang, kebanyakan bank tidak secara khusus memberikan pinjaman kepengusaha yang ingin membuka waralaba. Umumnya ada dua fasilitas kredit yang bisa diambil oleh para nasabah yang ingin membuka waralaba: kredit untuk modal kerja dan kredit untuk investasi.

Bank Mandiri, misalnya, memberikan kredit modal kerja dan investasi kepada tiga kategori pengusaha yakni pengusaha besar, menengah dan mikro. Yang membedakannya adalah batas pinjaman maksimal alias plafon kredit. Untuk kredit mikro Mandiri mematok plafon sampai Rp 100 juta. Untuk pengusaha kelas menengah, Mandiri memberikan batasan kredit dari Rp 100 juta hingga Rp 2 miliar. Lebih dari itu adalah kredit untuk pengusaha kakap. “Jadi, pengusaha waralaba tinggal memilih jenis pinjaman mana yang cocok dengan dirinya,” lanjut Kresno.

Bank-bank lain, seperti Bank Permata, Bank BRI serta Bank BNI, ceritanya kurang lebih juga sama. Umumnya, mereka memang tidak secara khusus menciptakan produk kredit untuk usaha waralaba. “Mereka bisa memanfaatkan pinjaman komersial yang ada,” imbuh Sigit Pramono, Direktur Utama Bank BNI. Ini senada dengan pandangan Sofyan Baasir, Direktur Utama Bank BRI. “Asalkan usaha waralabanya layak, bank siap memberikan pinjaman,” imbuh Sofyan.

Adalah Bank DKI yang secara khusus memberikan kredit untuk bisnis waralaba. Bahkan, satu debitur waralabanya kini malah sudah berani mengambil kredit sampai Rp 4 miliar per tahun. “Mulanya, hanya Rp 5 juta. Sekarang, ia sudah menjadi salah satu nasabah primer kami,” ujar Amin Widayat, Pimpinan Divisi Pemasaran dan Pembinaan Cabang Bank DKI.

Pilih yang sesuai kebutuhan

Selain bank, Perusahaan Nasional Madani (PNM) Venture Capital termasuk perusahaan yang khusus menawarkan kredit untuk membiayai pembukaan usaha waralaba. Tahun ini PNM Venture Capital bahkan sudah mengguyurkan kredit waralaba sekitar Rp 10 miliar sampai Rp 15 miliar. Maklumlah, bisnis waralaba termasuk salah satu target perusahaan pelat merah tersebut. “Sudah sejak tiga tahun lalu kami masuk ke segmen itu,” ujar Erwan Pelawi, Direktur Utama PNM Ventura Capital.

Oh ya, bicara soal prosedur dan persyaratan, kredit untuk membiayai waralaba tak banyak berbeda dengan pengajuan kredit komersial biasa. Salah satu karakter yang paling menonjol adalah: calon debitur harus melengkapi syarat pinjamannya dengan surat rekomendasi dari pewaralabanya.

Lalu bagaimana dengan pinjaman dari perusahaan modal ventura? Secara umum sih idem ditto alias sama saja. Tapi, PNM Ventura Capital melihat pewaralabanya terlebih dulu. Bila pemilik atau penjual waralaba sudah beroperasi minimal tiga tahun, dan dalam sejarahnya tak banyak terwaralabanya yang tutup, barulah PNM Ventura Capital bersedia menggelontorkan pinjaman ke terwaralaba. “Perbandingannya harus benar-benar bagus. Paling tidak 90%,” ungkap Erwan.

Meski begitu, pinjaman dari perusahaan pelat merah ini jauh lebih fleksibel ketimbang kredit komersial dari bank. Maklum, PNM Ventura Capital memang mengkhususkan diri untuk memberikan kredit ke pengusaha baru yang tengah mulai usaha. PNM Ventura Capital juga terbuka untuk semua sektor usaha. “Sudah menjadi tugas kami untuk menciptakan entrepreneur baru,” ujar Erwan beralasan.

Demikian pula halnya dengan jaminan kredit. Bila bank umumnya hanya mau memberikan kredit bila debitur punya agunan bernilai 125%-150% dari jumlah kredit, PNM Ventura Capital tidak mematok besarnya agunan. Asalkan debitur memiliki komitmen plus usahanya memang bagus, “Nilai agunannya bisa saja hanya separo dari jumlah kredit,” ujar Erwan.

Yang menarik, agunan untuk kredit ventura ini tak hanya berupa aset tetap (fixed asset) si debitur. Untuk kredit investasi, agunannya bisa pula berupa barang investasi yang dibiayai dengan kredit itu. Adapun agunan untuk kredit modal kerja bisa berupa persediaan barang (inventory) atau piutang.

Tak cuma itu. Soal plafon kredit, PNM Ventura Capital juga jauh lebih longgar lo. Bila bank umumnya mematok plafon kredit maksimal 75% dari total pembiayaan, perusahaan ventura umumnya tidak mematok plafon. “Kami menyesuaikan dengan jenis dan kebutuhan usahanya,” lanjut Erwan.

Nah, tergiur untuk segera mengecapnya? Siapkan saja segala persyaratannya. Mirip dengan pengajuan kredit komersial ke bank, para terwaralaba harus terlebih dulu membuat permohonan kredit lengkap dengan beberapa dokumen standar seperti KTP, Kartu Keluarga, sampai surat izin usaha (lihat boks: Syarat Umum Memperoleh Kredit).

Kalau semua urusan sudah beres, petugas dari PNM Ventura Capital akan melakukan survei ke lapangan. Mereka akan mengecek kebenaran data-data Anda. Kalau semuanya oke, paling lambat sebulan kemudian pinjaman Anda sudah cair.

Satu hal lagi, kalau Anda mencari kredit dari perusahaan ventura, otomatis bunganya akan lebih tinggi dari kredit bank. Selain itu, kadang perusahaan ventura juga meminta akses yang lebih luas untuk ikut terlibat dalam pengelolaan usaha.

Nah, selamat menimbang-nimbang.

+++++

Kenali dan Pahami Syaratnya

Orang sering menganggap kucuran kredit seperti durian runtuh, rezeki yang langsung dinikmati. Padahal, kredit adalah utang yang tentu saja harus dibayar. Jadi, ada baiknya kalau Anda lebih tenang menghadapi kucuran kredit agar tak terjebak dalam jerat utang. Berikut ini ada beberapa patokan umum:

Pertama, perhatikan plafon kredit. Umumnya, setiap bank menentukan plafon kredit yang berbeda-beda. Bila Anda butuh modal dalam jumlah besar, pilihlah kredit di bank yang menawarkan pinjaman dengan plafon tinggi.

Kedua, jangan lupa untuk memperhatikan suku bunga kredit. Setiap bank menetapkan tinggi atau rendah suku bunganya masing-masing. Ambil contoh, di Bank Mandiri saat ini suku bunga kredit komersialnya berkisar antara 14,5% sampai 17,5% per tahun. Di Bank DKI, bunganya 15%-17%. Di PNM Ventura Capital suku bunganya lebih tinggi lagi. Rata-rata suku bunganya 3% hingga 5% di atas bunga kredit dari bank.

Ketiga, secara umum, peminjam tentu harus memilih kredit yang bunganya paling kecil. Tapi, itu tentu bukan satu-satunya pertimbangan dalam memilih kredit.

Keempat, perhatikan biaya-biaya lain yang dipungut bank. Selain biaya provisi (umumnya sebesar 1% dari total kredit) bank juga memungut berbagai ongkos. Di antaranya biaya administrasi dan biaya perikatan kredit. Jangan lupa pula membandingkan biaya penalti atau denda yang dipungut bank bila sewaktu-waktu Anda telat membayar cicilan.

Kelima, pilihlah bank yang sehat dan dikelola oleh manajemen yang baik. Ini penting, agar penghitungan dan pencatatan kredit Anda benar dan tak ada risiko dokumen agunan Anda disalahgunakan atau hilang bila banknya tutup.

+++++

Syarat Umum Memperoleh Kredit

Berikut ini adalah patokan umum yang biasa dipakai di bank-bank dalam rangka penyaluran kredit.

1. Debitur mengajukan permohonan kredit, proposal (rencana usaha), dan dokumen-dokumen antara lain :
~ Fotokopi KTP dan KK
~ Fotokopi NPWP pribadi atau perusahaan
~ Fotokopi rekening koran/tabungan
~ Surat izin usaha
~ Untuk perusahaan yang sudah berdiri: laporan keuangan
~ Akta pendirian perusahaan

2. Bank akan mengecek apakah calon debitur memenuhi kriteria 5 C:
~ Character (karakter): Bank akan memastikan calon debitur memiliki karakter yang baik dan tidak memiliki kredit macet sebelumnya. Ini dicek ke BI, pemasok, pelanggan, atau pesaing.
~ Capability (kemampuan calon debitur membayar): Bank akan melihat kapan usahanya berdiri, omzetnya, prospek usahanya ke depan, persaingannya.
~ Collateral (agunan): Berapa nilai aset tetap (seperti tanah, bangunan, kendaraan) yang memiliki bukti resmi yang layak menjadi agunan kredit tersebut. Umumnya nilai agunan harus lebih besar dari nilai kredit.
~ Capital (modal): Kredit biasanya hanyalah modal pelengkap. Si calon debitur harus memiliki modal sendiri yang besarnya biasanya 25% dari total pembiayaan.
~ Condition (kondisi): Bank akan mengecek apakah kredit itu untuk usaha yang memiliki prospek cerah.

Titis Nurdiana, Nur Agus Susanto, Hendra Soeprajitno

About these ads

Entry filed under: Bisnis. Tags: , , , .

Seluk-beluk waralaba dan tip menjadi anggota jaringan Kisah sukses dedengkot pemegang waralaba kelas dunia

11 Komentar Add your own

  • 1. ridwan  |  Juni 10, 2008 pukul 8:20 am

    gimana untuk para pemula berterlawaba,rencanaya saya berwalawaba dengan indomaret

    Balas
  • 2. parkirblog  |  Oktober 19, 2008 pukul 4:14 pm

    bagus blognya. Thanks

    Balas
  • 3. husni ginanjar  |  Desember 14, 2008 pukul 6:52 am

    apakah dana pinjaman bisa meningkatkan keuntungan kalau iyah saya mau dong

    Balas
  • 4. maman fajri  |  Maret 9, 2009 pukul 9:01 am

    mohon sarannya. jika kita tidak memiliki anggunan, tapi saya ingin membangun wira usaha, bagaimana caranya.

    Balas
  • 5. Gerist  |  Maret 14, 2009 pukul 5:35 pm

    Info yg sangat berguna sekali utk orang yg awam pinjaman kaya saya

    Balas
  • 6. vie  |  Maret 15, 2009 pukul 11:21 am

    Mohon saram kalau tidak punya agunan, tapi ingin usaha waralaba, bgmana. Ada sih, BPKB mobil, tapi masih di Bank juga…ada saran?
    Thanks a lot

    Balas
  • 7. tammy  |  April 24, 2009 pukul 6:52 am

    usaha dengan mengambil kredit dari bank, sepertinya cara yg rumit, apalagi yg baru memulai usaha..bunga bank yg besar banyak mencekik rakyat..kira2 apa solusinya ya?thx alot

    Balas
  • 8. veny sovira  |  Mei 12, 2009 pukul 3:09 pm

    salam
    kadang untuk dapat pinjamam harus melalui proses yang sangat rumit . kalau memang ada proses yang agak simpel mungkin bisa mempermudah kita pengusaha yang baru mau jalan ini untuk jadi seorang pengusaha
    saya tunggu proses yg lebih gampang aja

    Balas
  • 9. peluang kerja  |  Mei 22, 2009 pukul 7:50 am

    makasih informasinya, sangat membantu sekali bagi saya yang akan memulai usaha.

    Balas
  • 10. batara oloan  |  April 16, 2011 pukul 5:36 pm

    terimakasih..semoga bermanfaat bagi kami ukm..

    Balas
  • 11. sriyanto  |  Agustus 2, 2011 pukul 12:09 pm

    sekarang susah banget mengajukan hal tersebut,kita dak punya anggunan,sedangkan saya ingin memajukan usaha saya sebagai servis hp,menambah lapangan kerja buat tema2 di desa saya,gmn mau maju?ngumpulin penghasilan kelamaan,kapan majunya ya,sedangkan niat berbagi ilmu buat teman2 ada,beli tambahan alat perlu modal,kalo orangnya ada 10 alat cuman 1 gmn kerjanya,ngumpulin penghasilan kapan dapatnya dan kapan prakteknya kalo yang ikut ada 10 orang,susahnya minta ampun

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Kategori

Add to Technorati Favorites

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.